Masihulan, Malteng ( DMS) – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bentrokan antarwarga di Desa Masiulan, Kecamatan Seram Utara, Kamis (3/4/). Bantuan disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial.
Kepala BPBD Maluku Tengah, Nova Anakotta menjelaskan bantuan disalurkan Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata mencakup beras, makanan balita, tikar, peralatan tidur, perlengkapan dapur, tenda, dan terpal. Bantuan tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 WIT dan langsung disalurkan kepada warga.
Selain itu BPBD dan Dinsos, juga mendirikan tenda untuk warga terdampak yang saat ini sementara mengungsi di Gedung Gereja Hapare Holoi, Jemaat Masihulan.
Saat ini aparat TNI dan Polri bersama masyarakat setempat telah mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum untuk melayani para pengungsi.
Menurut Anakotta selain bantuan Pemda, bantuan yang sama juga berdatangan dari berbagai kalangan antara lain Klasis Masohi, anggota DPRD Malteng Dapil Seram Utara dan sejumlah pihak.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi provokatif. Pemerintah daerah berkomitmen memantau perkembangan situasi dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, bersama Kapolda Maluku Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan dan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, mengunjungi lokasi bentrok untuk menenangkan warga.
Mereka menggelar pertemuan di Gereja Hapare Holoi di Desa Masiulan yang dihadiri pejabat daerah, TNI-Polri, serta tokoh masyarakat.
Gubernur Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura serta Bupati juga melakukan pertemuan dengan warga Sawai
Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan pemerintah akan menangani permasalahan secara adil dan meminta masyarakat tidak terprovokasi.
Sementara itu, Kapolda menegaskan pihaknya akan menindak tegas pelaku provokasi dan kejahatan. Tim patroli siber juga telah disiagakan untuk mengawasi penyebaran hoaks.
Bentrokan yang terjadi Kamis (3/4/2025) antara warga Desa Sawai, Rumaholat, dan Masiulan mengakibatkan 69 rumah terbakar dan memaksa 82 kepala keluarga mengungsi.
Seorang anggota kepolisian, Bripka Husni Abdullah, gugur saat menjalankan tugas di lokasi konflik.
Situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif. Penjagaan ketat masih dilakukan di perbatasan ketiga desa guna mengantisipasi potensi bentrok susulan. DMS