Sunday 25th February 2018

Pemkot Ambon Bersama DPRD Matangkan Program Kota Inklusif Disabilitas

By: On:

Ambon-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melakukan evaluasi pelaksanaan program kota inklusif, dua tahun setelah deklarasi dan penandatanganan MoU dengan UNESCO pada September 2014.

Sekretaris Kota Ambon, Anthony Latuheru mengatakan, penambahan anggaran yang dikhususkan program menjadikan Ambon sebagai kota Inklusif Disabilitas akan di bahas bersama DPRD Kota Ambon.

Menurut Latuheru, setelah ditetapkan sebagai salah satu kota yang melaksanakan kota inklusif Pemkot menindaklanjutinya dengan melakukan evaluasi program.

Ia mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendukung program kota inklusif yakni menerapkan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, serta penyiapan sarana dan prasarana penunjang.

Pendidikan inklusif Kata Latuheru, bukan hanya untuk penyandang disabilitas tetapi juga siswa berbakat istimewa, khusus, serta anak yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.

Untuk memenuhi syarat sebagai kota Inklusif Pemkot Ambon menerapkan kebijakan diantaranya beberapa SKPD yang berkaitan dengan pelayanan publik telah dialihkan ke lantai satu Balai Kota.

Latuheru menjelaskan Pemerintah Kota memiliki kewajiban menyediakan sarana dan prasarana serta infrastruktur, oleh itu Pemkot berupaya menyiapkan 20 persen fasilitas untuk kaum disabilitas dan berbakat khusus. Kedepan Latuheru meminta kepada SKPD diluar gedung Balaikota menyiapkan sarana pendukung bagi kaum difabel.

Menurut dia, sarana dan prasarana kota inklusif mulai diterapkan di Ambon dengan dukungan dari pemerintah pusat, dan telah dilaksanakan sejak tahun 2014.

Pihaknya juga telah melakukan pelatihan bagi guru pendamping khusus (GPK) di sekolah formal untuk melayani siswa disabilitas.

Guru umum, lanjutnya, tidak mungkin bisa melayani siswa disabilitas. Karena itu akan diadakan pelatihan dan penyiapan buku, dan insentif bagi guru.

Kebjikan Pemkot Ambon tersebut ini telah berjalan sejak tahun 2013, penerapannya dimulai di  SMAN 5 dan SMAN 3 , serta SMPN 19. Semua ini dimulai dengan dana rangsangan dengan harapan dapat memotivasi sekolah untuk menjalankan kota inklusif.

Diakuinya, di sekolah formal untuk seluruh tingkatan mulai diterapkan pendidikan inklusif agar penyandang disabilitas dapat menikmati pendidikan yang sama dengan siswa normal.

Pemkot Ambon saat ini sedang membangun gedung Pusat Autis (Autis Center) di kawasan Passo, dalam rangka penerapan kota inklusif.

Dengan adanya Autis Centre diharapkan berdampak bagi anak-anak dengan  keterbatasan fisik dan mental untuk menikmati pendidikan sama dengan anak normal lainnya.DMS

 




No Responses

Tinggalkan Balasan

Contact Person WhatsApp us