Berita Maluku, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengerahkan puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) melakukan pembongkaran lapak jualan pedagang kaki lima di kawasan pasar gedung putih Mardika, Kamis, (24/06/2021).
Pembongkaran juga menggunakan satu unit alat berat yang sudah ditempatkan sejak Rabu (23/06) malam, untuk memperlancar proses pembersihan lokasi dari sisa-sisa reruntuhan lapak.
Personil TNI dan Polri diterjunkan, mengawal jalanya proses pembongkaran, guna memperlancar pekerjaan revitalisasi pasar tradisional modern Mardika yang saat ini memasuki awal pembangunan.
Proses pembongkaran sempat diwarnai aksi penolakan dari pedagang kaki lima dan mahasiswa, tetapi tidak mengahalangi jalanya eksekusi tersebut. Beberapa pedagang juga secara mandiri melakukan pembongkaran lapak jualan mereka sendiri.
Walaupun pedagang sangat menyetuji pembongkaran Pasar Mardika untuk direvitalisasi dengan pasar yang baru, namun ada juga sebagian yang melayangkan protes dan bersikeras tidak ingin direlokasi ke pasar translokasi, dengan pertimbangan jarak tempuh yang cukup jauh serta sepinya aktifitas pasar di lokasi tersebut,
Selama waktu revitalisasi pasar Mardika, pedagang untuk sementara dipindahkan ke pasar apung, pasar tantui dan pasar transit passo.
Revitalisasi pasar tradisional Mardika kota Ambon, dibangun dengan konsep modern yang terintegrasi dengan areal komersial, untuk memudahkan masyarakat berbelanja kebutuhan pokok, sekaligus akses transportasi.
Bangunan Pasar Mardika Ambon bakal digarap lebih modern dengan tinggi empat lantai dimana tahap pertama pengerjaan dimulai Juni 2021, dengan mengosongkan seluruh areal dari PKL guna memperlancar proses pekerjaan.
Revitalisasi pasar multi-years itu dibangun dengan konsep empat lantai di atas lahan seluas 7,29 meter persegi, diperkirakan dapat menampung kurang lebih 2000, los dan kios jualan.
Lantai satu pasar itu, nantinya mampu menampung sebanyak 586 meja los pedagang, 20 unit kios, termasuk pos keamanan, musholla juga parkiran motor dan mobil.
Sedangkan Lantai dua terisi 742 unit meja los, lantai tiga akan dibangun 389 unit kios, dan lantai empat dibangun ruang dagang yakni kios 146 unit, los 104 unit, ruang pujasera masing- masing 10 dan 12 unit.
Pasar ini diharapkan dapat menampung pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan, sehingga seluruh aktivitas jual beli berlangsung dengan baik.DMS