Pemkot Bentuk Tim Lacak Nomor-Nomor Telp Penyebar Berita Hoax

Ambon-Pemerintah kota Ambon telah membentuk tim kusus untuk melacak nomor-nomor  telepon yang sengaja menyebarkan berbagai berita hoax terkait gempa yang terjadi beberapa hari lalu di kota Ambon.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy kepada sejumlah wartawan mengatakan, selaku walikota Ambon dirinya telah memerintahnya dibentuk tim kusus yang nantinya melakukan pendataan semua nomor-nomor telepon yang terindikasi menyebarkan berita hoax terkait gempa, agar nantinya akan dilaporkan ke pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku.

Menurut Louhenapessy, berita-berita hoax yang sengaja disebarkan oleh orang-orang tertentu sudah sangat meresahkan warga kota, untuk itu siapapun orangnya maka harus diproses hukum sehingga ada efek jerah, agar nantinya di kemudian hari tidak lagi menyebarkan berita0berita yang menyesatkan.

Ada indikasi pihak tertentu yang sengaja menciptakan rasa ketakutan yang berlebihan bagi warga kota Ambon, saat gempa terjadi sehingga menimbulkan kekacauan, oleh karena itu masyarakat juga diminta untuk tidak mudah percaya dengan penyebaran SMS dan foto-foto melaui media sosial Facebook.

Kebenaran berita mengenai bencana haruslah dari sumber-sumber yang diberikan kewenangan sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran pemberitaan di tengah-tengah masyarakat.

Bagi warga masyarakat yang sengaja menyebarkan berita hoax, dirinya memastikan akan dijerat dengan UU no 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dimana yang bersangkutan terancam dipidana penjara 6 tahun atau denda paling banyak Rp.1 miliar rupiah.

Disinggung soal penanganan rusak akibat gempa,Walikota mengatakan saat ini masih dilakukan pendataan secara menyeluruh jumlah keruskan baik fasilitas umum gedung-gedung pemerintah maupun swasta, termasuk juga rumah warga, dan pada prinsipnya pemerintah kota Ambon akan turut memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya rusak akibat gempa.DMS

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *