Pemkot, BMKG Dan BPBD Informasikan Kerusakan Pasca Gempa

Ambon-Pemerintah Kota Ambon bersama dengan BMKG dan BPBD kota Ambon gelar jumpa Pers guna menginformasikan kerusakan pasca gempa yang melanda kota Ambon dan sekitarnya, pada Selasa (31/10).

Jumpa Pers juga dimaksdukan untuk menyikapi dan meluruskan berbagai isu yang beredar terutama melalui media sosial sehingga berdampak bagi ketidaknyamanan warga kota Ambon.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon telah melakukan pendataan kerusakan setelah terjadi gempa 6,2 Skala Richter pada Selasa.

Kepala BPBD Kota Ambon Enrico Matitaputty meneyebutkan, dari hasil pendataan yang dilakukan BPBD, diantaranya kerusakan dibeberapa bagian pusat perbelanjaan Maluku City Mall (MCM), kerusakan di  dua unit gedung pada Universitas Pattimura, masing-masing Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian, empat gedung sekolah, yakni Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Batu Merah, SD Negeri I, II  dan III di desa Poka, satu PAUD di Tanah Hitu, satu gedung milik Pemkot Ambon, yaitu gedung Damkar, dan Bendara Pattimura.

Sementara jumlah kerusakan pada pemukiman warga sebanyak 40 unit rumah, terdiri dari 4 unit rusak ringan dan 36 unit rusak sedang.

Di kecamatan, Baguala, Teluk Ambon dan Sirimau jumlah rumah warga yang  mengalami kerusakan 31 unit. Dari jumlah tersebut kerusakan terbanyak terjadi di kecamatan Sirimau, pada lokasi Tanah Rata desa Batu Merah.

Kepala BMKG kota Ambon Bram Mustamu menjelaskan untuk mengetahui, akan terjadi Tsunami disatu wilayah adalah kekuatan gempa, jarak dan kedalaman serta posisi gempa di darat atau di laut. Oleh karena itu Mustamu berharap masyarakat untuk tidak mudah percaya akan isu-isu Tsunami, sebelum ada pemberitahuan resmi dari BMKG setempat.

Walikota Ambon Ricards Louhanapessy kembali menegaskan, kepada warga kota Ambon untuk tidak lagi menyebarkan isu-isu yang menyesatkan terkait gempa dan isu Tsunami, jika masih ditemukan ada yang sengaja kembali menyebarkan isu-isu yang menyesatkan, maka pihaknya tidak segan-segan melaporkan yang bersangkutan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum.

Terkait dengan pemberian bantuan oleh pemerintah kota Ambon, kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan, Walikota mengatakan pihak pemerintah kota Ambon akan segera memberikan bantuan lewat dana tanggap darurat secepatnya sesuai jumlah data keruskan rumah milik warga yang rusak.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *