Penurunan BBM Belum Pengaruhi Tarif Angkutan Umum Kota Ambon

Ambon-Kepala dinas Perhubungan kota Ambon Piet Saimima mengatakan, penurunan harga BBM secara nasional sejak Selasa kemarin, kota Ambon tidak secara langsung menaikkan tarif angkutan umum.

Diakuinya, pihaknya harus menunggu keputusan lanjutan dari kementrian perhubungan yang memberikan petunjuk teknis.

Saimima menjelaskan, turunnya bahan bakar minyak belum serta merta tarif angkutan umum juga diturunkan. Dalam mengkalkulasi penetapan tarif angkutan umum, dinas perhubungan harus memperhitungkan berbagai faktor.

Faktor utama yang harus ditetapkan adalah mengevaluasi apakah seluruh komponen pendukung mobil bergerak naik atau turun. Artinya harga komponan di pasaran seperti spare part, oli, kampas rem dan lain sebagainya meningkat atau menurun.

Selain itu dalam memperhitungkan tarif angkutan juga harus diperhatikan jarak dan resiko. Jika jarak yang harus ditempuh oleh angkutan tidak jauh, tetapi  mengandung resiko misalnya jalan tanjakan, maka tarif angkutan  mahal. Namun sebaliknya jika jarak yang ditempuh jauh dan tidak beresiko atau jalan tidak menanjak maka tarif angkutan tidak mahal. Sehingga rumus tersebut yang dipakai untuk menghitung  serta mengakulumasi tarif angkutan umum.

Lanjutnya, dinas perhubungan kota Ambon hingga kini belum menetapkan kenaikan tarif angkutan umum walaupun secara nasional telah ditetapkan kenaikan BBM. Hal tersebut disebabkan pihaknya belum memperhitungkan serta mengakumulasi biaya komponen mobil di pasaran yang menjadi satu kesatuan dari kendaraan. Pasalnya untuk memperhitungkan tarif angkutan harus mengetahui biaya komponen dan jarak serta resiko yang harus dilalui oleh angkutan umum tersebut.

Selanjutnya pihaknya harus menyesuaikan kondisi dan situasi kota Ambon. Sehingga untuk menurunkan maupun menaikan tarif angkutan umum, harus dilakukan secara selektif sehingga nantinya tidak akan merugikan semua pihak.

Dirinnya mencontohkan beberapa kali menaikkan tarif angkutan umum di kota Ambon dengan menggunakan rumus perhitungan jarak dan resiko serta biaya sparepart di pasaran yang mneghasilkan tarif angkutan dengan nilai nominal tidak pernah bulat. Oleh sebab itu, pihaknya terus menunggu kelanjutan juknis dari kemntrian perhubungan.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *