Perindag Pastikan Maluku Stok Garam Di Maluku Aman

Ambon-Meski di beberapa daerah di Indonesia saat ini mengalami kelangkaan garam. Namun, tidak dengan stok garam di Maluku yang hingga kini dipastikan aman sampai beberapa bulan ke depan. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku,  Elvis Pattiselano mengatakan, untuk stok garam di wilayah Maluku aman dan tidak mengalami kelangkaan seperti di daerah lain. 

Selain terbatas di sentra produksi hal lain yang berdampak terhadap kelangkaan garam akibat kran impor garam masih ditutup oleh Pemerintah pusat. 

Ia mengaku, kendatipun saat ini produksi garam di sentra produksi di Pulau Jawa mengalami kekurangan tidak mempengaruhi stock garam di daerah ini, mengingat stok garam beryodium maupun garam industri, cukup melimpah pada tingkat distributor. 

Minimnya industri di daerah ini sanagat berdampak terhadap stok garam di daerah ini, dengan demikian masyarakat diimbau untuk tidak panik dengan adanya kelangkaan garam belakangan ini.    

Harga Garam di Ambon dan Maluku pada umumnya, menurut Pattiselano  masih cukup stabil, dan  tidak mengalami kenaikan harga karena stok cukup.    

Pattiselano mengatakan, jika sewaktu- waktu terjadi kekurangan garam, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku akan mendatangkan dari sentra produksi garam di Provinsi Nusa Tenggara Timur sesuai petunjuk Kementrian Perdagangan.

 

Seperti diketahui kelangkaan garam sudah sejak seminggu terjadi di beberpa daerah akibat tidak adanya  pasokan dari produsen.

Tak hanya garam bermerek, garam grosok atau non yodium pun sama. Minimnya pasokan, dipengaruhi musim hujan sehingga produksi garam berkurang.

di beberpa pasar di pulau Jawa harga garam menglami kenaikan. Satu bal garam bermerek  Zebra berisi 10 bungkus beberapa bulan lalu dijual sekitar Rp 15.000, lalu naik menjadi Rp 25.000 dan saat ini sudah menyentuh angka Rp 77.000 per bal. Kenaikan ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir.

Tidak hanya garam kemasan bermerek yang mengalami kenaikkan harga. Untuk garam jenis grosok, yang kualitasnya di bawah garam kemasan, juga mengalami kenaikan tajam. Dari yang semula per karung Rp 20.000, kini harganya menyentuh Rp 100.000 per 20 kilogram.

Kenaikan bahan pokok campuran makanan ini tak membuat penjualan menurun. Kenaikan ini diperkirakan karena garam masih tergantung pada daerah lain, sehingga saat pasokan berkurang, kenaikan tak bisa dihindari.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *