Periode Januari-Juni 2017, Kasus Narkotika Tempati Urutan Pertama Tindak Pidana Umum

Ambon- Kasus Narkotika menempati urutan teratas dalam daftar kasus tindak pidana periode Januari –Juli 2017 yang ditangani penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Eril Prima Putra Agoes, menjelaskan dari 138 perkara tindak pidana umum yang ditangani jaksa penyidik, Narkotika mendominasi, disusul kasus tindak pelanggaran terhadap  anak sebanyak 23 perkara.

Tindak pidana orang dan harta benda (Oharda) tediri dari kasus penganiayaan sebanyak 54 perkara, pencurian 30 perkara dan kasus pembunuhan sebanyak 5 perkara.

Eril Prima menyatakan, kasus pengeroyokan juga masih cukup tinggi dengan 30 perkara serta perjudian sebanyak 5 perkara.

Kasus yang cukup menarik perhatian umum belakngan ini yaitu kasus Rendi Kakilete, pelaku pembunuhan terhadap (Anumerta) Pratu Ansar Kurniawan, anggota TNI BKO dari Kesatuan Yonif 726 Tamalatea, Kodam Wirabuana.

Jaksa Penuntut Umum dalam tuntutanya meminta Majelis Hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap Rendi Kakilete.

483 Kasus Sesuai SPDP

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP)  untuk semester pertama terdapat  483 kasus yang saat ini dalam proses penyidikan maupun pelimpahan berkas perkara.

Ke-483 terdiri dari Perkara Keamanan  dan ketertiban Umum (Kamtibum) sebanyak 421, tindak pidana Orang dan Harta Benda (Oharda) 195 dan Tindak Pidana Umum Lainya (TPUL)  sebanyak 205 .

Sebanyak  421 yang dijadikan berkas perkara yakni Kamtibum 66 berkas perkara, Oharda 178 sedangkan 177 merupakan berkas perkata TPUL.

Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan sebanyak 317 berkas perkara telah P21, terdiri dari Kamtibum 51 berkas perkara, Oharda 128 berkas perkara dan TPUL sebanyak 138 berkas perkara.

306 perkara dinaikan statusnya  masuk tahap II dan telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri  (PN) Ambon untuk proses persidangan terdiri dari tindak pidana Kamtibum 51 perkara, Oharda  117, dan 138 TPUL.

Perkara yang dilimpahkan ke PN Ambon, 200 perkara telah diputuskan oleh Hakim, terdiri dari Tindak pidana Kamtibum 22 perkara, Oharda 91 perkara dan TPUL sebanyak 73 perkara .

Dari putusan PN dimaksud sebanyak 33 perkara sedang dilakukan upaya hukum yakni banding 13 perkara, kasasi 17, grasi 2 perkara dan PK 1 perkara.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *