Pertamina Di Duga Kuat Sengaja Batasi Penyaluran Premium

Ambon-Komisi II DPRD kota Ambon menduga adanya unsur kesengajaan yang dilakukan secara terstruktur oleh oknum-oknum tertentu yang sengaja membatasi penjualan premium kepada masyarakat di kota Ambon.

Mourits Tamaela anggota Komisi II DPRD kota Ambon secara tegas mengatakan pihak DPRD menyesalkan sikap oknum tertentu di Pertamina  yang diduga sengaja membatasi penyaluran premium di kota Ambon.

Menurutnya kelangkaan premium di kota Ambon sudah berlangsung dua bulan lebih dan seolah-tak kunjung selesai, oleh karena itu kuat dugaan hal ini sengaja dilakukan untuk mengalihkan agar masyarakat menggunakan bahan bakar Pertamax dan Pertalite.

Dirinya selaku wakil rakyat di DPRD kota Ambon, mengatakan saat rapat koordinasi pihak DPRD dengan Pertamin, dikatakan bahwa kelangkaan Premium diakibatkan keterlambatan pasokan atau distribusi dari Pertamina ke SPBU-SPBU,namun hal  tersebut tidak bisa dijadikan alasan.

Oleh karena itu pihaknya seusai masa reses nanti akan kembali memanggil pihak Pertamina untuk diminta keterangannya terkait masih langkahnya Premium di hampir semua SPBU dalam kota Ambon.

Ia menegaskan , jika ditemukan ada unsur kesengajaan maka DPRD akan mengambil langkah tegas untuk meminta pertanggungjawaban bagi yang bersangkutan, termasuk juga melakukan proses hukum bagi oknum yang terlibat sengaja membatasi penyaluran Premium ke masyarakat.

Seperti diketahui, kelangkaan Premium di kota Ambon sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir ini, pihak SPBU saat ditanya mereka menjawab bahwa pasokan yang diberikan pihak Pertamina dibatasi, sementara dari pihak Pertamina saat dimintai keterangnya mengatakan pihak Pertamina tidak pernah membatasi stok Premium ke SPBU, hal ini seolah diduga sengaja dimainkan oleh pihak Pertamina agar masyarakat bealih menggunakan bahan bakar Pertamax dan Pertalite yang harganya jauh lebih tinggi dibandingkan Premium.DMS

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *