PNS Kedapatan Pungli Akan Dikenakan Sanksi

Ambon-Sekertaris kota Ambon,Tony Latuheru  mengatakan dalam proses seleksi kepala sekolah jika ditemukan dengan sengaja ada oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup kantor pemerintah kota Ambon yang menjadi calo dengan cara meminta sejumlah uang dari para calon, maka yang bersangkutan akan dikenakan sanksi tegas.

Menurutnya, jika sampai ditemukan adanya calo, secara otomatis telah merusak citra pemerintah kota Ambon. Kalaupun calo tersebut bukan dari pegawai negeri sipil, maka yangbersangkutan akan diproses secara hukum.  

Dikatakannya selama menjabat sebagai Sekertaris kota Ambon, belum pernah ditemukan adanya calo dari pegawai negeri sipil untuk kegiatan pelelangan kepala sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Latuheru sehubungan dengan akan dilaksanakannya seleksi untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah. Diakuinya, tidak ada praktek pungli yang dilakukan oleh oknum pegawai negeri sipil lingkup pemerintah kota Ambon, karena resiko yang harus diterima nantinya tidak ringan.

Dirinya meminta kepada siapapun yang mnegetahui jika ada pungli dalam proses seleksi kepala sekolah, diharapkan untuk menginformasikan kepada dirinya atau kepada walikota untuk ditindaklanjuti.

Walaupun demikian, dirinya tidak menampik kemungkinan adanya isu yang berkembang jika ada calo yang berusaha bermain di area tersebut.

Ditegaskannya, seleksi untuk mendapatkan kepala sekolah dilakukan secara terbuka sehingga tidak ada uang pelicin, Guru yang berkomitmen untuk mengikuti seleksi adalah guru yang berprestasi dan melakukan segalanya dengan jujur.

Pemerintah kota Ambon menurut Latuheru dalam waktu dekat akan membuat seleksi kepala sekolah sehingga nantinya memudahkan bagi anak didik mengikuti ujian nasional, misalnya yang memerlukan tandatangan kepala sekolah dan lain sebagainya. Seleksi tersebut akan didahului dengan pendidikan serta pelatihan yang berlaku juga bagi  beberapa kepala sekolah yang  telah diangkat sebelumnya untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah agar supaya menghasilkan kepala sekolah yang berkompeten.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *