Polisi Diminta Bertindak Tegas Terhadap Pelaku Pemerkosa

kekerasan terhadap perempuan Dinas PPPA

Ambon-Ketua Komisi A DPRD Maluku, Melkias Frans mengecam keras aksi pemerkosaan yang diduga dilakukan FT (23) warga Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, terhadap mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kota Ambon yang sedang mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Morela.

Melkias Frans menegaskan, aksi  bejat FT sudah diluar batas kewajaran dan tidak dapat ditolelir, oleh karena itu Ia mendesak Polisi mengambil sikap tegas dan memproses hukum pelaku.

Selain sanksi hukum, Frans juga mengusulkan FT diberi sanksi adat, mengingat kasus-kasus pemerkosaan yang tejadi akhir-akhir ini udah sangat meresahkan masyarakat.

Sejumlah kasus pemerkosaan yang belakangan terjadi diantaranya,  pemerkosaan yang dilakukan seorang kakek terhadap cucu, ayah terhadap anak kandung, dengan korban  adalah anak yang masih dibawah umur.

Menurutnya, jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut tanpa ada sanksi tegas bagi pelaku,  dipastikan akan kembali muncul persoalan yang sama diwaktu yang akan datang.

Seperti diketahui seorang mahasiswi yang sedang mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) salah satu perguruan tinggi diperkosa pelaku berinisial FT (23), warga Desa Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, di lokasi wisata di desa tersebut.

Aksi pemerkosaan itu terjadi setelah pelaku mengajak korban, EV bepergian dengan sepeda motor ke kawasan wisata Lubang Buaya tak jauh dari desa tersebut pada Rabu malam (15/11).

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon, AKP Teddy mengatakan, peristiwa itu berawal ketika pelaku mendatangi korban di posko KKN di desa tersebut.

Saat itu, pelaku berkenalan dengan korban dan selanjutnya mengajak korban ke lokasi wisata Lubang Buaya.

Menurutnya, di perjalanan, korban dan pelaku sempat mengalami kecelakaan setelah sepeda motor yang dikendarai pelaku terjatuh. Saat itu korban langsung meminta pelaku mengantarnya ke posko, namun pelaku beralasan kepada korban kalau dia ingin menemui orangtuanya yang ada di lokasi wisata itu untuk meminta uang guna memperbaiki sepeda motornya. Karena percaya, korban akhirnya menuruti ajakan pelaku.

Di tengah perjalanan, lanjut Teddy, pelaku langsung menarik tangan korban dan merayunya agar mau dinikahi. Namun karena korban melawan, pelaku langsung mencekik leher korban setelah itu dia memperkosanya. Korban juga diancam akan dibunuh, dalam kondisi itulah korban lalu diperkosa.

Menurut Teddy, setelah kejadian itu, korban langsung mendatangi Polsek Leihitu dan melaporkan kasus pemerkosaan yang menimpanya. Polisi kemudian menangkap pelaku saat itu juga, sementara pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *