Saturday 17th February 2018

Premium Langka, Komisi II DPRD Kota Ambon Mensinyalir Pertamina Sengaja Kurangi Pasokan

By: On:

Ambon- Banyaknya laporan masyarakat terkait langkanya BBM jenis premium membuat Komisi II DPRD Kota Ambon berencana memanggil Pertamina untuk menjelaskan kondisi tersebut.

Laporan mengenai kurangnya pasokan premium yang dibarengi meningkatnya pasokan BBM jenis lain membuat Komisi II menilai pihak Pertamina sengaja mengurangi pasokan premium secara perlahan untuk digantikan dengan BBM jenis lain.

Belakangan, langkanya BBM jenis premium diberbagi SPBU di Kota Ambon sudah sangat meresahkan masyarakat.

Sekretaris Fraksi Demokrat yang juga anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Jusuf Latumeten mengaku sudah gerah dengan langkanya premium yang dalam prakteknya dijual dengan sistem tutup buka pada jam-jam tertentu di setip SPBU.

Latumetten mensiyanlir, Pertamina mengatur pola penjualan BBM jenis premium di setiap SPBU dengan sistim tutup buka pada jam tertentu di pagi dan sore hari, pola ini wajib diikuti jika tidak jatah BBM untuk setiap SPBU bisa dikurangi.

Karena itu komisi akan segera memanggil pihak Pertamina untuk menjelaskan alasan dibatasinya stok premium di SPBU.

Sebelum pemanggilan, Komisi II telah meninjau lnagsung ke beberapa SPBU di Kota Ambon, seperti di SPBU Pohon Pule dan Kebun Cengkeh. Dari hasil kunjungan lapangan komisi, terungka fakta bahwa pihak SPBU pun  tidak mengetahui penyebab berkurangnya stok premium.

Ia menjelaskan, untuk stok premium yang biasanya diterima oleh SPBU dikurangi dan membuat perubahan kenaikan stok pertamax dan pertalite, sehingga secara tidak langsung memaksa masyarakat untuk membeli kedua jenis BBM tersebut.

Sebelumnya pada pertengahan Oktober lalu, PT Pertamina Ambon menyatakan stok BBM jenis, premium, pertamax, pertalite, kerosene, dan solar cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Maluku.

Pertamina melalui Sales Penjualan Retail IV Pertamina Ambon, Mahdi Syafar mengatakan, stok berbagai jenis BBM tersebut cukup banyak. Rata-rata semua jenis BBM bisa memenuhi permintaan masyarakat.

Mahdi menambahkan, konsumsi pemakaian BBM saat ini di Kota Ambon baik pertalite dan pertamax kurang lebih 20 persen/hari,  angka ini masih di bawah jika dibandingkan dengan daerah lain yang sudah mencapai 50 persen, bahkan di Pulau Jawa bisa mencapai 70 persen.

Dia menyebutkan, untuk penjualan premium mencapai 80 persen setiap hari, dan setiap SPBU stoknya sebanyak 12 hingga 15 kiloliter (kl)/hari, sehingga dengan tujuh SPBU yang ada di Kota Ambon dalam sehari penggunaannya sebanyak 70-80 kl. DMS

No Responses

Tinggalkan Balasan

Contact Person WhatsApp us