Puluhan Kios Pasar Tradisional Kecamatan TNS Waipia Tutup

Ambon- Puluhan Kios yang terletak di pasar tradisonal Waipia, Kecamatan TNS, Kabupaten Maluku Tengah terpaksa ditutup oleh pemilknya lantaran sepi pembeli.

Dari hasil pantaun  puluhan los di pasar tersebut tertutup rapat. Aktivitas di pasar itu terlihat sepi dan hanya ada beberapa pedagang yang membuka toko dan los mereka.

Namun, pedagang yang membuka toko dan losnya hanya terlihat tiduran dan duduk mengobrol dengan para pedagang lainnya. Tidak banyak pengunjung di pasar tersebut, pasar juga terlihat lengang.

Pedagang yang memilih tidak berjualan karena kondisi pasar yang sepi dan minim pembeli. Hampir setiap hari banyak pedagang pasar itu yang pulang dengan tangan kosong meski telah berjualan dari pagi sampai sore.

Pasar tersebut juga terlihat kotor karena ditumbuhi rumput ilalang.

Pedagang pasar yang sudah tidak berjualan rata-rata beralih berjualan sembako di rumah mereka. Hal itu terpaksa dilakukan para pedagang untuk menutup kebutuhan hidup.

Sepi pembeli dipasar tersebut juga karena tidak berfungsinya terminal transit Waipia yang dibangun Mantan Bupati Maluku Tengah Rudolf Ruko, terminal yang dibangun 20 tahun lalu ini menghabiskan anggaran sebesar Rp. 110 juta

Dalam perencanaan pembangunan terminal yang terletak di Jalan Trans Seram ini nantinya akan berfungsi sebagai salah satu terminal penghubung Antar Kota Dalam Kabupaten maupun Antar Kota Daerah.

Berulang kali,  keberadaan terminal tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Dearah melalui UPTD Dinas Perhubungan namun tidak direspons. Alasan Dinas Perhubungan kebijakan mengoprasionalkan terminal tersebut menjadi kewenangan pimpinan daerah.

Belum beroperasinya terminal ini membuat para pedagang yang sudah ada kios diterminal tersebut memilih menutup warungnya ketimbang harus merugi, karena tidak  ada pembeli.

Pemerintah Daerah diharapkan dapat melihat persoalan ini agar roda perekonomian masyarakat dapat berjalan dengan baik, karena selama ini masyarakat terpaksa harus membeli berbagai kebutuhan sandang dan pangan di pasar Masohi dengan biaya transport yang cukup tinggi.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *