Sukabumi, Jawa Barat – Puluhan warga negara asing (WNA) asal India, Bangladesh, dan Thailand yang terdampar di perairan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berusaha melarikan diri saat hendak diamankan oleh petugas kepolisian yang dibantu oleh warga setempat.
Kapolsek Tegalbuleud, AKP Aap Saripudin, menyatakan bahwa mereka menerima informasi mengenai sebuah kapal motor yang mengangkut 28 WNA terdampar di Muara Keusikurug, Kecamatan Tegalbuleud. “Kami langsung menuju lokasi kejadian setelah menerima informasi tersebut. Saat hendak diamankan, beberapa WNA mencoba melarikan diri,” kata Aap Saripudin di Sukabumi, Sabtu.
Pengamanan ini melibatkan personel Satuan Polisi Air dan Udara (Satpol Airud) Polres Sukabumi, anggota TNI, Basarnas, dan warga sekitar. Diduga, puluhan WNA tersebut terkejut melihat kedatangan petugas gabungan sehingga berusaha kabur.
Setelah seluruh WNA berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Tegalbuleud, dilakukan pendataan yang mengungkapkan bahwa 28 WNA tersebut berasal dari tiga negara berbeda, yakni 23 orang dari Bangladesh, empat orang dari Thailand, dan satu orang dari India.
Selain mengamankan 28 WNA, pihak kepolisian juga menangkap seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan tekong atau juru mudi kapal motor yang mengangkut para WNA tersebut. “Tujuan utama mereka belum diketahui karena masih dalam pemeriksaan. Untuk penanganan lebih lanjut, kami menyerahkan puluhan WNA dan satu WNI ini kepada pihak Satreskrim Polres Sukabumi,” tambahnya.
Salah seorang saksi mata, Ade, yang juga merupakan warga sekitar, awalnya mengira puluhan WNA yang turun dari kapal motor terdampar di Muara Keusikurug adalah wisatawan yang sedang mengadakan tur. Setelah menghubungi pihak keamanan, petugas segera datang ke lokasi. Namun, saat hendak diamankan, beberapa WNA mencoba melarikan diri. Berkat kecepatan petugas, semuanya berhasil diamankan dan dievakuasi ke Mapolsek Tegalbuleud. DMS/AC