Rotasi, Panglima TNI yang Baru Disarankan dari AL atau AU

Jakarta-Wakil Direktur Imparsial Gufron Mabruri menilai, Panglima TNI baru pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo seharusnya berasal dari Angkatan Laut atau Angkatan Udara.

“Harus mempertimbangkan pola rotasi secara bergiliran oleh tiap matra atau angkatan,” ujar Gufron, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (12/11/2017).

Gufron melanjutan, rotasi pimpinan lembaga militer sesuai dengan amanat Pasal 13 Undang-Undang TNI.

Pasal tersebut menyatakan bahwa jabatan Panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif tiap-tiap matra/angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Selain itu, Gufron juga menilai penerapan pola rotasi jabatan Panglima TNI penting untuk membangun soliditas dan profesionalisme di dalam tubuh TNI. Pola tersebut diyakini akan menumbuhkan rasa kesetaraan dalam TNI.

Dari sisi lain, rotasi jabatan Panglima TNI dari Angkatan Darat ke Angkatan Laut atau Angkatan Udara juga selaras dengan agenda kepentingan pemerintah untuk memperkuat sektor maritim

“Membangun maritime security membutuhkan pembangunan kekuatan terintegrasi antara angkatan udara, laut tanpa meninggalkan kekuatan angkatan darat,” kata Gufron.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo dinilai harus segara menyiapkan penganti Gatot.

Gatot sendiri merupakan prajurit TNI yang berasal dari Angkatan Darat. Lantaran hal itu, rotasi jabatan ke Angkatan Laut atau Angkatan Udara dinilai penting.(DMS-Kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *