Sanksi Pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) Bagi ASN Bolos

Ambon-Pemberian sanksi berupa pemotongan tunjangan kinerja daerah (TKD) kepada aparatur sipil negara (ASN) yang mangkir seusai libur Lebaran dinilai sudah tepat. Aturan ini disebut mampu memberi efek jera.

Gubernur Maluku Said Assagaff menegaskan, bagi ASN yang hingga hari kedua libur lebaran belum juga berkantor akan di beri sanksi tegas berupa pemotongan tunjangan kinerja.

Assagaff mengakui, telah menerima laporan ketidak hadiran ASN pada hari kedua sebanyak 600 orang. Namun, dia menegaskan, pegawai yang mangkir di hari pertama masuk kerja akan mendapat sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai peringatan hingga teguran secara tertulis.

Assagaff juga telah menginstruksikan kepada Sekda Maluku Hamin Bin Tahir untuk memberikan sanksi surat peringatan (SP) bagi ASN yang mangkir dan tembusannya bakal dikirimkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Selanjutnya, Kemenpan dan Rebiro akan mendata penilaian kerja bagi ASN terkait dan hasilnya akan terekam di riwayat kerja.

Seperti diberitakan sebelumnya pada hari pertama kerja pasca masa cuti bersama libur lebaran, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku mencatat sebanyak  seribu lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) kedapatan tidak masuk kantor .

Ribuan ASN yang mangkir ini memiliki beragam alasan, di antaranya, cuti, terlambat apel serta sebagiannya lagi masih berada di kampung halaman karena mudik lebaran.

Kepala BKD  Pemprov Maluku, Femi Sahetapy menjelaskan, seribuan lebih ASN yang belum masuk Kantor pada hari pertama, diketahui berdasarkan laporan absen  dari seluruh SKPD Lingkup Pemprov Maluku.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *