Saturday 17th February 2018

Seruan Agar Caketum Golkar Tak Boleh Berurusan dengan Kasus Hukum

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar disebut-sebut akan menggelar pleno untuk membahas munaslub. Pada munaslub tersebut, nantinya akan dipilih ketua umum baru pengganti Setya Novanto.

Sejumlah elite Partai Golkar pun telah memaparkan kriteria calon ketua umum yang diharapkan oleh partai berlambang pohon beringin tersebut. Jika disimpulkan, hampir seluruhnya menginginkan ketua umum baru yang berintegritas dan bersih dari kasus hukum.

Wakil Ketua Dewan Pembina Golkar Ade Komarudin menuturkan kriteria untuk menjadi Ketua Umum Golkar harus terjaga integritasnya. Tak hanya itu, ketua umum yang terpilih nanti harus bersih dari kasus hukum.

“Tentu harus memenuhi syarat sesuai syarat dalam AD/ART. Kedua, figur yang masih terjaga integritasnya, baik secara politik, ekonomi, sosial, dan budaya,” ujar Ade kepada wartawan, Jumat (8/12).

Tak hanya dapat mengembalikan citra Golkar, ketua umum yang terpilih nanti pun diharapkan bisa membawa kemenangan bagi Golkar di Pemilu 2019 mendatang. Salah satu strateginya dengan merangkul suara dari kaum milenial.

“Mampu membawa Golkar menang di Pemilu. Lalu, termasuk responsif pada masyarakat, terutama mampu melihat ke depan, mampu meraih suara generasi milenial,” terang Mahyudin yang juga Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar.

Serupa dengan suara Pimpinan Dewan Pakar, Ketua DPP Golkar Zainudin Amali menyebut kriteria calon Ketua Umum Partai Golkar telah tertulis dalam PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas, tanpa tercela). “Syaratnya ada di dalam PDLT. Sudah ada di situ,” kata Zainudin.

Tak hanya memaparkan kriteria caketum Golkar, Zainudin pun mengungkapkan syarat yang harus dimiliki oleh calon Ketua DPR. Ketua DPR yang menggantikan Novanto nanti harus bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga DPR.

“Saya melihat (Ketua DPR pengganti Novanto) harus bisa meningkatkan kembali kepercayaan publik kepada lembaga ini. Seperti yang Saudara tahu, lembaga apa pun kalau publiknya sudah menaruh kepercayaan pasti apa pun yang dilakukan akan dapat respons yang baik,” ujar Ketua Komisi II DPR ini.

Sejumlah nama seperti Plt Ketua Umum Idrus Marham, Ketua Korbid Ekonomi Golkar Airlangga Hartarto, anggota DPR Azis Syamsudin, hingga putri presiden kedua RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyatakan siap maju sebagai caketum Golkar menggantikan Setya Novanto. Dua nama lain yang juga disebut-sebut menjadi caketum Golkar adalah Priyo Budi Santoso dan Wisnu Suwardono.

Dari ke-enam nama tersebut, Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono mengaku telah menatap pada satu nama yang dianggap cocok untuk mengisi posisi ketum. Namun Agung belum mau menyebutkan nama tersebut.

“Saya nggak bisa melarang, meski dari enam itu saya melihat ada satu menurut pandangan saya yang pas akan kondisi dan ‘sikon’ sekarang,” tuturnya.

Berkaitan dengan itu, Ketua DPD I Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap DPP Golkar dapat melakukan fit and proper test kepada setiap kandidat calon Golkar-1 melalui munaslub. Dia ingin setiap kandidat memiliki track record yang baik dan merepresentasikan kader terbaik Golkar.

“DPP Partai Golkar bisa melakukan fit and proper test, dan kemudian dilihat record-nya. Sehingga lahirlah kader-kader partai yang berkualitas yang representasi dari kader-kader terbaik dari seluruh Indonesia,” jelasnya. (DMS-detik.com)

 

 

No Responses

Tinggalkan Balasan

Contact Person WhatsApp us