Sikap Pemkot Tegas Sopir, Angkot Harus Turunkan Tarif Jika Ingin Melewati JMP

Ambon-Walikota Ambon Richards Louhenapssy menyatakan, Pemerintah Kota Ambon tidak akan memberikan izin kepada mobil angkutan kota melewati Jembatan Merah Putih (JMP) jika syarat untuk menurunkan tarif penumpang tidak disetujui oleh para sopir angkot.

Hal ini dikatakan Walikota Richards Louhenapessy, menyikapi aksi demo mogok yang dilakukan  puluhan sopir angkot jurusan Laha, tepatnya di Jalan.Jenderal Sudirman, kawasan Tantui  Kecamatan Sirimau,  Rabu (08/11).

Walikota menyebutkan, langkah mediasi telah dilakukan oleh Pemkot Ambon dengan sopir angkot. Intinya Pemkot dapat mengijinkan angkot melewati JMP jika tidak menggunakan tarif memutar melewati Passo Rp 7000. per orang.

Walikota meminta para sopir angkot juga harus bersikap adil kepada masyarakat, mengingat jalur tempuh angkot semakin pendek jika melewati JMP.

Insert….. Walikota Ambon Richard Louhenapessy

Seperti diketahui alasan sopir angkot jurusan Laha  menggelar demo adalah meminta Pemerintah Kota Ambon mengijinkan mereka dapat melintasi JMP  yang menghubungkan Poka-Galala.

Akibat aksi demo, mengakibatkan ruas jalan dikawasan itu macet. Apalagi para sopir ini sengaja memarkirkan kendaraan mereka menggunakan separuh jalan.

Selain membuat macet puluhan sopir angkot juga, menurunkan paksa penumpang dan mengajak rekan sesama sopir angkot jurusan Laha untuk mogok masal, akibatnya sejumlah penumpang telantar.

Demi mengurai kemacetan di kawasan tersebut, sejumlah personel polisi tampak berusaha untuk mengatur arus lalu lintas. Polisi juga terus melakukan negosiasi dengan para sopir agar mereka tidak memarkir kendaraannya di badan jalan.DMS

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *