Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Nono Sampono Bersama Pimpinan Media dan Wartawan di Ambon

Ambon-Wakil ketua I DPD RI Nono Sampono mengadakan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada sejumlah pimpinan media dan wartawan media cetak dan elektronik di kota Ambon, Minggu 30/07/17.

Dalam paparannya Nono Sampono mengatakan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila,UUD 45 Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, mulai tergerus oleh perkembangan zaman, oleh karena itu perlu ada pemaparan untuk mengingatkan akan pentingnya, nilai-nilai kebangsan dalam diri sebagai generasi bangsa yang besar, dimana keemaptnya harus bisa dilaksanakan secara baik dan benar di tengah-tengah masyarakat.

Dijelaskan Nono Sampono, peran media saat ini dirasa juga sangat mempengaruhi, pola pikir masyarakat, dalam hidup berbangsa dan bernegara.                        

Oleh karena itu Nono Sampono, berharap agar Pers bisa menyampaikan pentingnya nilai-nilai kembangsaan, lewat pemberitan yang disampiakan ke masyarakat.

Nono Sampono menyampaikan bahwa Nilai-nilai kebangsaan masih sangat relevan untuk dapat didayagunakan dalam memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa, namun harus dengan format baru, antara lain berjuang melawan ketidakadilan, menjunjung tinggi HAM, memerangi kemiskinan, memperjuangkan kesejahteraan, kedaulatan dan kemandirian serta memberantas KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

Lebih lanjut, Nono Sampono mengingatkan bahwa Pancasila adalah “Rumah Bersama” yang merupakan sumber semangat, kearifan dan kekuatan bangsa, sehingga Pancasila merupakan kunci penyelesaian berbagai persoalan bangsa dan negara, untuk membangun peradaban bangsa yang maju dan bermartabat.

Dikatakan Nono Sampono sebagai negara demokrasi kedaulatan berada di tangan rakyat, namun saat ini semuanya terbalik dimana seorang pejabat lebih berkuasa dibandingkan rakyatnya, hal ini yang harus menjadi masukan dan koreksi agar kedepan kedaluatan sepenuhnya di serahkan kepada rakyat dan pejabat adalah pelayan masyarakat.

Selain itu, dirinya mengingatkan bahwa era Globalisasi tidak bisa dihindari, tentunya akan mempengaruhi dan berdampak terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga diperlukan penyesuaian-penyesuaian  terhadap hal-hal yang sesuai bagi kemajuan bangsa dan negara, namun harus bisa menyaring bahkan menolak hal-hal yang tidak sesuai dengan budaya dan nilai-nilai Ke-Indonesiaan.

Dirinya berharap di era globalisasi saat ini, dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bisa menjadi filter atau penyaring mana dampak positif globalisasi yang bisa membawa kemajuan bagi bangsa dan menolak dampak negatif globalisasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan kebudayaan Indonesia.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *