Spesialis  Jambret Handphone  Jalani Sidang  

Ambon-Johanes Haumahu alias Anes, spesialis jambret jalanan yang sering beraksi menggunakan sepeda motor menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (24/11).

Johanes Haumahu, warga Benteng Atas Oikumene, Kel Benteng, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon didakwa melakukan aksi jambret atau perampasan di seputaran jalan raya  desa poka  depan kampus Unpatti pada juli 2017.

Dalam aksi tersebut Johanes Haumahu tidak sendiri, tetapi bersama rekanya  Yeheskel Kely yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO). Modus yang dijalankan Haumahu bersama  Yeheskel adalah dengan memantau setiap orang yang berlalulalang di seputaran jalan raya desa poka baik yang sedang memegang handphone (HP) atau yang membawa tas.

Dalam persidangan yang dipimpin Kakim Ketua Amaye Yambeyapdi didampingi Jimmy Waly dan Hamza Kailul sebagai hakim anggota, Johanes mengakui perbuatan jambret barang milik warga sudah seringkali dilakukan bersama Yeheskel Kely. Barang-barang hasil jarahan berupa HP selanjutnya dijual di sejumlah counter disalah satu swalayan di kota Ambon.

Dalam persidangan ini Jaksa Penuntut Umum juga mendakwa Suardi salah seorang pemilik counter HP karena diduga sebagai penadah hasil rampasan Johanes dan Yeheskel.

Johanes mengakui dirinya bersama Yeheskel setidaknya sudah melakukan aksi penyambretan sebanyak 22 kali. Selama melakukan aksi mereka sering berpindah-pindah lokasi mulai dari jalan raya desa Wayame, desa Poka,  Galala dan  kawasan jalan raya urimesing depan KFC.

Sementara itu pada ruang sidang yang lain Majelis Hakim Didi Ismiatun juga menyidangkan Muhamad Rian Kurnia yang juga salah satu pelaku jambret, jika wilayah oprasi penyambretan Johanes dan Jeheskel  mulai dari kawasan Wayameus hingga Jembatan Merah Putih Galala, maka lokasi Rian Kurnia diseputaran kawasan Ongkoling Batu Merah hingga Kapahaa.

Atas perbuatan tersebut JPU mendakwa mereka dengan pasal 363 ayat (1) Ke-4 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara minimal lima tahun.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *