Sri Mulyani Ungkap Kabar Gembira dari KTT G20 di Hamburg

Pertemuan puncak kepala negara G20 digelar di Hamburg, Jerman pada 7-8 Juli 2017. Berbagai isu penting dibahas mulai dari pajak hingga perubahan iklim.

Menteri Keuangan Sri Mulyani yang turut hadir hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dalam KTT G20 mengungkapkan, ada kabar gembira dari pertemuan kelompok negara yang menguasai lebih dari 75 persen perekonomian dunia itu.

“Perkembangan yang sangat menggembirakan dalam pertemuan G20 adalah makin kuatnya kerjasama perpajakan internasional,” ujar Sri Mulyani seperti dikutip Kompas.com dari laman Facebook pribadinya, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Negara G20 tutur Sri Mulyani, sepakat untuk meningkatkan transparansi pajak antar negara untuk memerangi penghindaran atau penggelapan pajak.

Radio DMS Menyajikan: Berita AmbonBerita MalukuMedia di AmbonMedia di Maluku

Biasanya praktik penghindaran pajak dilakukan melalui Base Erosion Profit Shifting (BEPS). BEPS adalah perencanaan pajak yang memanfaatkan gap dan kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan suatu negara.

Tujuannya yakni untuk mengalihkan keuntungan tersebut ke negara lain yang memiliki tarif pajak yang rendah atau bebas pajak.

Selain itu, negara G20 juga sepakat untuk memperkuat pertukaran informasi perpajakan antar-negara atau Automatic Exchange of Information (AEoI).

Melalui kebijakan ini, Indonesia bisa mendapatkan data keuangan WNI yang menyimpan harta di luar negeri. Di luar isu pajak, isu yang hangat dibahas dalam KTT G20 adalah isu perubahan iklim.

Meski Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian Paris, negara G20 lain tutur Sri Mulyani, tetap akan melakukan upaya mengurangi risiko perubahan iklim.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan pandangan Indonesia terhadap isu perang melawan terorisme, pembangunan ekonomi yang inklusif berdaya tahan, perdagangan internasional, kerja sama perpajakan internasional, perubahan iklim, dan dukungan untuk membangun Afrika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *