Sukseskan TdM, Sekolah di Ambon Diliburkan

Ambon- Sekolah di Kota Ambon, mulai dari tingkat TK hingga SMA maupun sederajat, Jumat (22/9), diliburkan dalam rangka menyukseskan etape V sekaligus penutupan lomba balap sepeda internasional Tour de Moluccas (TdM) 2017.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Saleh Thio mengatakan, sekolah diliburkan karena etape terakhir event olah raga berbasis pariwisata itu start dari pantai Namalatu, desa Latuhalat, kota Ambon, Jumat (22/9), pukul 13.00 WIT.

Pebalap menuju pusat kota Ambon selanjutnya ke Poka, kecamatan Teluk Ambon melintasi Jembatan Merah Putih (JMP) – sejumlah desa di kecamatan Baguala – mengitari Kota Ambon sebanyak tujuh kali dan finish di monumen Gong Perdamaian Dunia, pukul 16.30 WIT.

Menurut Saleh Thio, kebijakan ini dilakukan untuk menyukseskan TdM 2017 yang pertama kalinya diselenggarakan di Maluku, sekaligus memberikan kesempatan kepada para siswa menonton para pebalap terkenal luar negeri menunjukkan kebolehannya.

Begitu pula, melalui menonton TdM bisa memotivasi para siswa untuk mencintai olahraga sepeda karena bermanfaat bagi kesehatan.

Saleh Thio mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon yang juga menindaklanjuti surat edaran Sekda Maluku, Hamin Bin Thahir mengurangi jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 22 September 2017.

Pengurangan jam kerja ASN dalam rangka menyukseskan etape V Tour de Mollucas 2017 melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Ambon dan akan ditutup.

Para ASN pada Jumat (22/9) masuk kantor pukul 07.30 WIT dan pulang pukul 11.30 WIT. Padahal, waktu kerja biasa adalah masuk kantor pukul 08.00 WIT dan pulang pukul 17.00 WIT.

Ia mengaku ikut memantau kegiatan di kampus dan ternyata mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon juga para dosen memberikan kuliah di kampus Poka dengan batas waktu pukul 10.00 WIT.

Lintasan Etape Tour de Mollucas 2017

Seperti diketahui, TdM 2017 yang didukung Badan Sepeda Dunia (Union Cycliste Internationale – UCI) dan PB ISSI itu melintasi IV etape lainnya di pulau Seram.

  • Etape I yakni Piru, ibu kota kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) – Masohi, ibu kota kabupaten Maluku Tengah menempuh jarak 179,7 KM.
  • Etape II yakni Wahai, Maluku Tengah – Bula, ibu kota kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hanya 75 KM dari rencana awal sepanjang 155,8 KM karena pertimbangan teknis.
  • Etape III rute pantai Gumamai, SBT – Wahai menempuh jarak 153 KM).
  • Etape IV adalah Masohi – Waipirit, kabupaten SBB 141,5 KM pada 21 September 2017.

Event yang berlangsung 18 – 22 September 2017 ini diikuti 14 tim dari dalam dan luar negeri dengan 125 pebalap dari 20 negara, di mana 67 orang merupakan pebalap utama, sedangkan sisanya adalah pebalap cadangan serta mekanik.

Kadis Pariwisata Maluku, Habiba Saimima mengemukakan, sejumlah kegiatan digelar selama TdM 2017 yakni bazaar dan festival musik Molvccas Jazz di lapangan Merdeka, lomba cipta lagu untuk mencari lagu terbaik sebagai thema song TdM 2017 serta sepeda gembira (cycling for all) dibuka Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Sebelum lomba, di kota Ambon pada 17 September 2017 diselenggarakan sepeda gembira sejauh 40 KM diikuti, pejabat setempat, masyarakat Maluku dan para pembalap yang juga merupakan partisipan dari TdM. (DMS-Antara)

Anggota DPRD Kota Ambon Soroti TdM di Kota Ambon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *