Tak Berpotensi Tsunami, Pemkot Ambon Minta Masyakat Ambon Tidak Panik

Sekretrais Kota Anthony Gustav Latuheru

Ambon-Pemerintah Kota Ambon melalui Sekretrais Kota Anthony Gustav Latuheru menghimbau, masyarakat kota Ambon untuk tetap tenang dan tidak panik, dengan beredarnya isu akan terjadinya tsunami dan gempa tektonik tanggal 16 -17 Nobember 2017, di daerah ini

Menurutnya untuk menangkal isu yang sifatnya hoax tersebut,  Pemerintah Kota Ambon telah berkoordinasi dengan BMKG stasiun Geofisika Maluku.

Latuheru berharap, masyarakat kota Ambon tidak panik dan tidak meninggalkan rumah serta tetap melaksanakan aktifitas seperti biasa. Sebab bisa saja situasi tersebut dipakai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencuri kesempatan dan menyebarkan hoax atau berita bohong.

Latuheru menyayangkan, tindakan oknum-oknum yang dengan sengaja menyebarkan informasi hoax baik melalui media sosial maupun dari mulut ke mulut yang berdampak sebagain warga kota Ambon terutama warga yang tinggal di pesisir panik dan memilih mengungsi ke daerah aman.

Ia  menegaskan, Pemkot akan berkoordinasi pihak Kepolisian daerah Maluku untuk menyelidiki dan menindak tegas, serta memproses hukum, kepada siapapun yang menyebarkan informasi hoax dan menyebarkan berita serta gambar bohong.

Menurutnya isu akan terjadinya tsunami tanggal 16-17 November tidak dapat dibenarkan karena secara ilmu kegemapaan, gempa tektonik tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisika (BMKG) Kelas I Ambon, Abraham F. Mustamu yang dikonfirmasi mengatakan, isu akan terjadi tsunami 16 dan 17 November, tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah atau sulit diterima dalam konsep ilmu kegempaan (seismologi).

Menurut Mustamu, secara historis maupun perkembangan teknologi sampai saat ini,  gempa bumi tektonik belum dapat diprediski.

Mustamu meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dan panik akibat isu yang sifatnya hoax serta mengimbau warga untuk tidak secara mentah-mentah menerima beragam infomrasi tentang gempa melainkan menanyakan kebenaran informasi tentang kegempaan melalui Call Centre 021-6546316 atau website resmi di www.bmkg.go.id.

Sebagian warga Kota Ambon terutama warga yang ada di pesisir pantai beberapa hari terakhir mulai mengungsi di dataran tinggi akibat isu akan terjadinya tsunami dan gempa tektonik.

Mustamu mensinyalir kemungkinan isu ramalan Babul Kalayil yang  menyatakan akan ada tsunami besar melanda sebagian negara serta  gempa tektonik melanda 11 negara termasuk indonesia, kemudian diterjemahkan oknum-oknum tertentu dengan menyebarkan isu bahwa akan terjadi tsunami di Ambon 16 atau 17 November 2017.DMS

Baca Juga:

Isu Gempa Tektonik dan Tsunami 16-17 November 2017 Sifatnya Hoax

Komisi A Desak Polda Maluku Ungkap Pelaku Penyebar Berita Hoax Soal Gempa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *