Sunday 25th February 2018

Tamatan ManUtd Soccer School dan Pemain SC Feyenoord Ingin Bela Timnas

By: On:

Hasrat dua pemain asal Indonesia yang tinggal di luar negeri membela tim nasional menjadi atensi utama pembaca Kanal Bola Kompas.com pada Kamis (6/4/2017). Dua pemain itu adalah Jack Brown dan Yussa Nugraha.

Jack Brown merupakan remaja berusia 15 tahun yang pernah menimba ilmu di sekolah sepak bola klub tenar Inggris, Manchester United. Putra dari Lance (Inggris) dan Indah Brown itu merupakan alumnus Manchester United Soccer School.

Sementara itu, Yussa saat ini tengah menjalani seleksi di SC Feyenoord, tim yunior dari klub kasta teratas Liga Belanda, Feyenoord Rottedam. Pemain berusia 16 tahun asal Solo itu berposisi sebagai penyerang.

Jack Brown saat ini tengah menjalani seleksi timnas U-18 besutan Indra Sjafri di Cijantung. Adapun Yussa tak hadir karena tak dipanggil.

Jack Brown mengaku memiliki hasrat besar untuk membantu tim nasional Indonesia. Hal tersebut disampaikan Jack seusai mengikuti seleksi timnas U-18 di Stadion Atang Sutresna, Cijantung, Kamis (6/4/2017).

“Saya lebih memilih Indonesia daripada Inggris karena saya ingin bantu Indonesia. Hati saya terpanggil untuk membela timnas,” kata Jack.

Kakak Jack, George, juga mengikuti seleksi. Dia merasakan keletihan seperti halnya Jack saat mengikuti seleksi.

“Meski capek, seleksi ini bagus. Saya sudah seminggu di Indonesia dan setiap hari lari pagi supaya kondisi terjaga,” tutur George.

Yussa Nugraha tengah menyiapkan kepulangannya ke Belanda pada hari itu, Kamis, 15 September 2016. Saat jam menunjukkan pukul 12 lebih 40 menit, sebuah notifikasi masuk ke telepon genggam penyerang tim yunior SC Feyenoord – klub amatir cabang Feyenoord Rotterdam – itu.

Ada pesan Whatsapp dari Indra Sjafri yang meminta data dirinya. Yussa yang saat itu belum genap berusia 16 tahun, membalas dengan nama lengkap, tanggal lahir, tinggi, berat badan, dan lampiran akta kelahirannya.

radiodms.com – Ketika ditanyakan untuk apa, Indra cuma menuliskan, “Saya hanya lihat data dulu.”

Selintas percakapan itu menjadi kontak terakhir antara Indra dan Yussa. Tak ada panggilan lanjutan baik dari personal Indra maupun surat resmi PSSI, mengingat kini sang pelatih sudah menangani tim nasional (timnas) U-19.

Kontak yang terjadi tahun lalu memang belum bisa ditafsirkan sebagai pembuka jalan Yussa menuju timnas. Sebab, Indra masih berstatus sebagai pelatih Bali United saat itu.

“Entah itu buat Bali United atau timnas,” ujar Yussa kepada Kompas.com, Minggu (2/4/2017).

Penyerang Indonesia kelahiran Solo, Yussa Nugraha, membela tim yunior SC Feyenoord.(ISTIMEWA)

Pelatih tim nasional Indonesia U-22, Luis Milla, berpendapat timnya mengalami perubahan secara permainan saat melawan Persija Jakarta dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Patriot, Kota Bekasi, Rabu (5/4/2017).

Saat melawan Persija, timnas hanya bermain imbang tanpa gol. Secara permainan, Evan Dimas dan kawan-kawan masih kerap melakukan kesalahan umpan. Agresivitas timnas juga minim karena hanya mampu melepaskan tiga tembakan tepat sasaran.

Milla melihat sisi positif di balik tekanan yang dialami anak asuhnya.

“Kami tim muda yang lapar dan masih harus banyak belajar. Kami berhasil melewati tim bagus. Kami sama-sama bermain baik,” ujar Milla.

Milla juga tidak memungkiri bahwa timnya masih perlu perbaikan. Organisasi permainan dan penguasaan bola menjadi sorotan Milla.




No Responses

Tinggalkan Balasan

Contact Person WhatsApp us