Telkom Maluku Siapakan Layanan Dukung Pesparawi Maluku

Telkom) Witel Maluku menyiapkan layanan mendukung penyelengaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke X

Ambon – PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Witel Maluku menyiapkan layanan mendukung penyelengaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke X tingkat provinsi Maluku, yang diselenggarakan 19- 25 November di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

“Jelang penyelengaraan Pesparawi tingkat provinsi Maluku kami telah menyiapkan berbagai layanan internet guna mensukseskan kegiatan keagamaan yang dilaksanakaan setiap dua tahun itu,” kata GM PT Telkom Witel Maluku Ichwan Muhammadiah, di Ambon, Kamis.

Menurut dia, layanan internet disiapkan di tiga titik pelaksanaan Pesparawi yakni kantor Bupati SBB, gedung Hatutelu dan lokasi pameran.

Pihaknya, kata Ichwan, telah bertemu dengan kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) SBB untuk koordinasi pelayanan di lokasi pesparawi tersebut.

“Sesuai permintaan pihak kabupaten SBB pemasangan layanan internet di tiga lokasi yakni tempat pembukaan acara Pesparawi di Kantor Bupati SBB akan kita siapkan kapasitas 10 Mega, Gedung Hatutelu 40 Mega, dan lokasi pameran 40 Mega,” katanya.

Ia mengatakan, permintaan layanan internet akan dilakukan dengan baik sehingga akses para peserta maupun masyarakat dapat terlayani dengan baik.

“Prinsipnya kami siap mensuport kegiatan yang dilaksanakan di provinsi Maluku baik tingkat lokal maupun nasional, petugas kami siap membantu layanan internet,” ujarnya.

Pihaknya kata Ichwan juga berupaya memberikan akses layanan internet di lokasi wisata,tentunya dengan melakukan kerjasama antara pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Maluku.

Dirinya mencontohkan kegiatan Tour de Molvccas di tiga kabupaten yakni Maluku Tengah, SBB dan SBT yang membutuh akses jaringan Wifi, pihak Telkom langsung menyediakan.Selain itu kegiatan wisata Meti Kei di Tual, pihaknya juga menyediakan akses sejauh 17 km.

Telkom merupakan perusahaan yang sifatnya normatif, ekonomik tetapi juga sifatnya bisnis sehingga saling menguntungkan.

“Yang namanya bisnis wisata atau apa saja dimana fasilitas telekomunikasi ada di dalamnya, harusnya ada kerjasama antara dua pihak, yakni Telkom dengan siapa pemilik tempat wisata,” tandasnya.(DMS-Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *