Tersangka Korupsi ADD Negeri Kilwaru Diringkus Oleh Tim Kejaksaan

Taher Kallean, DPO Kajari Cabang Gesertersangka korupsi Anggaran Dana Desa

Ambon -Taher Kallean, DPO Kajari Cabang Gesertersangka korupsi Anggaran Dana Desa (ADD), Negeri Kilwaru Kecamatan Seram Timur tahun 2015, berhasil diringkus, Minggu (26/11) dari tempat persembunyiannya  di Desa Kilon, Maluku Tenggara Barat (MTB).

Setelah ditangkap Taher Kalean yang masuk daftar pencarian orang langsung diberangkatkan dari Soumlaki dan tiba di Bandara Pattimura Ambon, pada Senin (27/11), dikawal ketat oleh Jaksa Cabjari Geser dengan posisi tangan diborgol. Setibanyanya di Bandara Laha Kalean langsung diangkut menggunakan mobil operasional kejaksaan menuju Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku untuk menjalani pemeriksaan selanjutnya dilakukan penahanan.

Kecabjari Malteng Cabang Geser, Ruslan Marasabessy mengatakan, Taher Kalean dimasukan sebagai DPO karena yang bersangkutan telah dua tahun menghilang pasca upaya praperadilan  ditolak Pengadilan Negeri Masohi atas status tersangka tahun 2016 silam.

Marasabessy menjelaskan, Taher Kalean merupakan Pendamping Dana Desa Negeri Kilwuri yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka bersama Raja Negeri Kilwuri, M. Saleh Kelian yang sudah lebih dulu dijobloskan ke penjara.

Perbuatan Taher Kallean dan Saleh Kelian atas kasus korupsi ADD tersebut, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 100 Juta lebih.

Dalam prakteknya tersangka Taher Kallean diberi kewenangan oleh Raja Negeri Kilwaru, M. Saleh Kelian yang sudah divonis satu tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Ambon, untuk mengelola proyek pembuatan jalan setapak, namun proyek tersebut tidak dikerjakan sebagaimana mestinya.

Marasabessy menyebutkan,keseluruhan Dana Desa Negeri Kilwaru Tahun 2015 itu Rp. 300 juta lebih. Ruslan mengaku, Raja Kilwaru yang kini mendekam di Lapas telah mengembalikan  Rp. 100 Juta kepada Penyidik. Sisanya, ditanggung Taher Kalean yang sebelumnya buron.

Dipastikannya, tersangka Taher Kalean akan langsung ditahan di Rutan Klas IIA Ambon guna memudahkan proses penyidikan.DMS

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *