Theodora de Lima Ubah Limbah Ikan Menjadi Produk Yang Diminati Hingga Mancanegara

Ambon-Limbah sisik ikan sering kali dianggap banyak orang sebagai barang yang menjijikan karena bentuk yang tidak menarik ditambah baunya yang amis. Namun siapa sangka,di tangan Theodora de Lima, limbah sisik ikan berhasil disulap menjadi barang bernilai ekonomis.

Berbekal ketekunan dan kemauan keras, limbah sisik ikan diubah menjadi aksesoris khas Maluku dan mampu menembus pasar nasional hingga ke mancanegara.

Dirumah Kayu Wayame inilah beragam kreasi berbahan baku sisik ikan aneka warna diproduksi. Sisik-sisik ikan ini diolah menjadi gelang, kalung, anting, bunga, pigura foto hingga hiasan baju.

Produksi Rumah “Mama Thea” terdiri dari beragam ukuran, dari yang kecil seperti anting sampai yang besar untuk hiasan baju. Beragam produk ini dijual dengan harga mulai Rp 25.000.

Motivator nasional yang lahir di  Salatiga, 1 Agustus 1963 dan menyandang nama lengkap Theodora Else Adelheid Agustin Patrosi de Lima ini, memulai usaha sisik ikan tanpa sengaja pada tahun 2004.

Menurut Mama Thea sumber daya kelautan di Maluku banyak yang bisa dikelola untuk menghasilkan produk yang diminati hingga ke pasar mancanegara. Tidak hanya limbah sisik ikan yang dapat dijadikan sebagai handicraft tetapi juga juga produk kuliner berbahan ikan.

Mama Thea menambahkan, hanya dengan bermodalkan kemauan siapapun mampu menyulap limbah menjadi sesuatu yang berharga bernilai ekonomis. Dengan sentuhan tangan kreatif, barang sisa atau limbah bisa mendatangkan rezeki.

Tahun 2012 Theodora de Lima oleh Majalah Kartini dianugrahi Award sebagai perempuan terinspiratif dalam bidang kreatif.

Meski demikian, Theodora tidak ingin menikmati kesuksesannya sendiri. Melihat besarnya potensi mengolah sisik ikan, ia kemudian menularkan ilmunya mengajarkan bagi sejumlah sekolah di Ambon. Bahkan, beberapa sekolah menjadikan pengolahan limbah sisik ikan menjadi salah satu mata pelajaran muatan lokal.

Tahun 2005, kreasinya kian beragam setelah sisik ikan ia jadikan hiasan di baju pada baju tradisional Ambon, yang disebut cele. Hiasan sisik ikan ini semakin menguatkan kesan tradisional dari baju cele.

Baju cele dengan hiasan sisik ikan karyanya bahkan pernah digunakan Citra Mailoa, Putri Indonesia perwakilan Maluku tahun 2009. Tidak sedikit pembeli dari luar negeri, seperti Belanda, Australia dan Hongkong, yang datang langsung ke kediamannya untuk memborong kerajinan sisik ikan.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *