TPID Maluku Pantau Pasar Murah

Ambon – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku akan melakukan pemantauan kegiatan pasar murah menjelang Natal dan Tahun baru.

“Rencana ini juga sudah dibicarakan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) TPID Maluku yang berlangsung pada hari Senin (27/11) di Ambon, sebab sudah ada informasi yang diterima TPID Maluku bahwa masing-masing dinas di Pemerintah Provinsi Maluku maupun kabupaten dan kota akan melakukan kegiatan pasar murah,” kata Wakil Ketua TPID Provinsi Maluku Bambang Pramasudi di Ambon, Selasa.

TPID Maluku akan melakukan sinergi dengan pihak terkait untuk pelaksanaan pasar murah tersebut tidak terjadi di satu tempat ada dua instansi yang melakukan kegiatan untuk kepentingan operasi pasar itu.

“Hal ini dimaksudkan untuk pemerataan di semua daerah di Provinsi Maluku, jadi masing-masing pos TPID di masing-masing kabupaten dan kota juga bisa melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Dia mengatakan TPID Maluku juga memantau langsung barang-barang kebutuhan pokok, terutama Bulog Maluku, terkait dengan ketersediaan beras, yang ternyata sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari.

Bbegitu juga, katanya, dengan bahan bakar minyak (BBM) yang ternyata dari pihak PT Pertamina juga sudah siap, bahkan selalu saja ada kapal tangker yang masuk membawa persediaan ke terminal transit Waiyame.

“TPID Maluku juga akan meningkatkan komunikasi melalui media cetak dan elektronik dan juga ‘tolkshow’ di samping RRI Stasiun Ambon mengenai kesiapan dari TPID, terutama mengendalikan harga daging,” ujarnya.

Ia mengimbau para tokoh agama, terutama para pendeta, untuk mengingatkan umatnya agar tidak berlebihan berbelanja kebutuhan Natal dan Tahun Baru.

“Sebab biasanya menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru penuh dengan perayaan, kadang-kadang kita lupa konsumsinya berlebihan,” katanya.

Oleh karena itu, TPID Maluku akan menggandeng pendeta-pendeta untuk mengimbau masyarakat agar berbelanja kebutuhan konsumsi secukupnya karena bila berlebihan dampaknya harga-harga kebutuhan pokok menjadi naik.

Dia mengharapkan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk mengimbau pengelola ikan agar mengeluarkan sebagian dari stoknya untuk dijual di pasar-pasar, sehingga stok ikan yang diperlukan masyarakat Maluku tetap ada dan harganya terkendali.(DMS-Antara)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *