Buah sering kali digunakan sebagai pencuci mulut atau sebagai penghilang dahaga karena banyaknya kandungan air yang ada didalam buah-buahan.
Kali ini buah berganti fungsi, bukan penghilang dahaga di tenggorokan tetapi memanjakan mata dengan karya yang luar biasa
Mengukir buah atau fruit carving saat ini menjadi salah satu seni yang banyak bermunculan di berbagai negara, termasuk di Thailand. Buah yang diukir menjadi bentuk lucu dan menarik bahkan tak jarang menarik minat wisatawan untuk mencobanya.
Di Thailand sendiri, seni mengukir buah ini dikenal dengan nama ‘Kae Sa Luk’. Dilansir The Culture Trip, seni mengukir buah di Thailand bukanlah fenomena baru, karena sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Kegiatan mengukir buah ini menjadi bagian penting dari budaya Thailand, diperkirakan tradisi mengukir buah sudah ada sejak abad ke 14 pada masa Dinasti Sukhothai. Dahulunya tradisi ini hanya dilakukan para keluarga kerajaan, di mana buah-buahan diukir untuk tujuan dekorasi agar makanan terlihat menatik sebelum dimakan.
Awal mula tradisi mengukir buah ini dari sebuah festival bernama Festival Loy Krathong. Festival tahunan ini diadakan setiap November, di mana orang-orang akan mengapungkan lampu dan lentera di sungai untuk menghormati roh-roh air.
Hal ini didasari legenda yang menyebutkan bahwa salah satu pelayan raja menghias lenteranya dengan semangka yang diukir membentuk bunga untuk membuatnya terkesan. Akhirnya, raja terkesan dan sangat senang, sehingga beliau meminta semua wanita Thailand untuk mempelajari teknik mengukir buah tersebut.
Raja juga meminta agar seni mengukir buah menjadi bagian dari kurikulum sekolah dasar. Teknik mengukir buah di Thailand menampilkan beberapa bentuk dan motif, yaitu bunga, burung, dan lainnya.
Buah yang digunakan untuk membuat fruit carving harus berbentuk bulat, memiliki tekstur yang lunak, dan bisa saja menggunakan beberapa jenis sayuran. Contohnya semangka, labu, wortel, tomat, buah naga, dan melon.
Buah atau sayuran tersebut dapat dibentuk menjadi berbagai macam karya seni yang indah. Misalnya saja membentuk kulit tomat menjadi bunga mawar, mengubah timun menjadi bentuk kelopak bunga yang indah, serta mengubah apel menjadi angsa.
Seni mengukir buah pada buah labu
Biasanya buah yang paling sering digunakan untuk fruit carving adalah semangka. Karena teksturnya yang lembut dan ukurannya yang besar untuk membuat ukiran yang lebih detil.
Untuk membuat seni mengukir buah ini dibutuhkan beberapa alat agar menghasilkan karya yang indah. Mulai dari cutter, pisau bergerigi, pisau ukir yang memiliki banyak variasi bentuk yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Seni mengukir buah juga merupakan sebuah tradisi yang terus dilestarikan di Thailand. Bahkan setiap tahunnya di sana selalu dilaksanakan beberapa kompetisi fruit carving.
Tidak hanya pada saat kompetisi, penduduk Thailand juga mengukir buah-buah tersebut untuk ditaruh di kuil-kuil dan acara pernikahan. (DMS/kumparan)