Saturday 24th February 2018

Vanath Minta Pendukung HEBAT Tidak Menyakiti Perasaan Orang

Ambon-Pelaksanaan tahapan pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku periode 2018, telah bergulir. Saat ini para calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, tim pemenangan, pendukung maupun masyarakat, mulai memasuki evoria pesta demokrasi lima tahunan, untuk menentukan calon pemimpin terbaik negeri ini, baik itu yang diusung partai politik maupun melalui jalur perseorangan atau independen.

Kehadiran calon independen dalam pemilihan kepala daerah memiliki legitimasi yang sah seperti halnya kontestasi melalui partai politik. Kemunculannya menjadi alternatif bagi keberadaan partai politik yang semakin oligarkis dan berorientasi kepada politik uang.

Tampilnya pasangan Herman Koedoeboen-Abdulah Vanath (HEBAT) dalam Pilkada Maluku 2018 sebagai calon nonparpol menarik perhatian sejumlah kalangan. Di tengah dominasi mekanisme melalui partai politik dan pragmatisme pemilih di Bumi Siwalima, HEBAT ini bisa mengumpulkan dukungan langsung dari masyarakat sebagai syarat pencalonan sebanyak, 145 ribu lebih melampui 1.22 ribu dari total 10% jumlah pemilih Maluku.

Pentepan pasangan yang akan berkompetisi menuju Kursi Maluku Satu dan pentepatan nomor urut sudah dilakukan KPU Maluku, Selasa (13/02), hasilnya Pasangan Calon Said Assagaff-Andreas Rentanubun dengan jargon (SANTUN ) pada No 1, Murad Ismail-Barnabas-Orno (BAILEO) pada urut 2 dan Herman Koedoboen (HEBAT) di urutan ketiga.

Menilik Pilkada Maluku sangat menarik karena baru pertama kali untuk kawasan timur Indonesia calon melalui jalur perseorangan atau independen lolos sebagai kompetitor bersama pasangan calon yang diusung partai politik.

Menyadari perjuangan HEBAT hingga bisa ditetapkan sebagai  kompetitor Pilkada Maluku, Wakil Gubernur Pasangan HEBAT Abdulah Vanath meminta seluruh pendukungnya untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa menyakiti perasaan orang, dalam bentuk apapun.

Vanath menilai dengan lolosnya pasangan HEBAT sebagai salah satu peserta Pilkada adalah sebuah pendidikan politik bagi rakyat Maluku, karena rakyat  diberi ruang untuk menentukan pilihan lain pemimpin yang mereka inginkan.

Mantan Bupati Seram Bagian Timur itu, tentu berharap seluruh rangkaian pelaksanaan pesta demokrasi rakyat Maluku ini dapat berjalan dengan aman, lancar, bersih dan bermoral. Persoalan ini penting dikaji mengacu pada sejumlah kasus dalam pilkada di berbagai lokasi yang kerap berakhir dengan banyak ketidakberesan dan kekurangan-kekurangan sehingga pilkada berakhir ricuh.

Penyelenggara Pilkada yang netral, professional dan berintegritas sangat memiliki pengaruh terhadap berlangsungnya proses demokrasi yang berkualitas dan adil.DMS




No Responses

Tinggalkan Balasan

Contact Person WhatsApp us