Jakarta (DMS) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Inpres (SDI) 3 Waingapu dan SDK Andaluri, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat dihentikan selama dua hari setelah viralnya temuan ayam goreng mentah dan rambut dalam makanan.
Kepala SDI 3 Waingapu, Hamuli Ngguna Manggil, mengungkapkan bahwa vendor penyedia MBG menghentikan layanan tersebut pada Senin (21/2) dan Selasa (25/2) pasca temuan ayam mentah pada Rabu (19/2) serta rambut dalam kotak makanan pada Kamis (20/2).
“Setelah kejadian itu, pihak vendor menyatakan bahwa SDI 3 Waingapu dan SDK Andaluri tidak lagi menerima makanan MBG,” ujar Hamuli saat dikonfirmasi, Selasa (25/2).
Hamuli mengatakan pihak sekolah sempat mempertanyakan keputusan penghentian layanan MBG. Menurutnya, vendor berdalih bahwa program MBG di Kota Waingapu merupakan tanggung jawab penuh mereka karena menggunakan dana pribadi.
“Vendor mengatakan bahwa ia yang menentukan sekolah mana yang akan dilayani atau tidak, karena ini uang pribadinya,” tutur Hamuli.
Hamuli juga mengungkapkan bahwa pihak SPPG (Satuan Pengawas Program Gizi) sempat mendatangi sekolah pasca viralnya temuan ayam mentah dan rambut dalam makanan. Tim SPPG bersama vendor dan sejumlah aparat keamanan mempertanyakan alasan unggahan temuan tersebut ke media sosial.
Sementara itu, Hamuli menjelaskan bahwa ayam mentah pertama kali ditemukan oleh para siswa saat menerima MBG dari SPPG Waingapu pada Rabu (19/2). Beberapa siswa dilaporkan mengalami mual setelah menyadari ayam yang mereka konsumsi masih mentah di bagian dalam.
“Salah satu siswa membuka kotak makanannya dan melihat daging ayam yang masih merah di bagian dalam,” kata Hamuli.
Peristiwa ini menimbulkan kekecewaan di kalangan pihak sekolah dan orang tua siswa. Hingga saat ini, belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai kelanjutan layanan MBG di sekolah tersebut.DMS/CC