Kupang – Penerimaan calon siswa taruna Akademi Kepolisian (Akpol) panitia daerah Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT), lagi menjadi sorotan para warganet di NTT.
Sebab, 11 calon siswa taruna Akpol yang lulus dan terpilih untuk dikirim ke Markas Besar Polri, sebagian besar asli Provinsi Sumatera Utara.
Sebelas calon siswa Akpol tersebut yakni Yudhina Nasywa Olivia (Wanita), Arvid Theodore Situmeang, Reynold Arjuna Hutabarian, Mario Christian Bernalo Tafui, Bintang Lijaya, Ketut Arya Adityanatha, Brian Lee Sebastian Manurung, Timothy Abishai Silitonga, Mochammad Rizq Sanika Marzuki, Madison Juan Raphael Kana Silalahi dan Lucky Nuralamsyah.
Akun Facebook Marta Muslin misalnya, menggunggah 11 nama calon siswa Akpol dengan keterangan, “Sa pikir catar Akpol Sumatera Utara ini, ternyata NTT”.
Unggahan itu menuai tanggapan beragam dari para warganet. Akun Facebook lainnya Erwin Steven Padademang juga menggunggah nama-nama 11 catar Akpol.
Dia juga menulis, “Lagi ramai naturalisasi pemain bola. Ini calon taruna Akpol juga terjadi naturalisasi antar Provinsi. Mungkinkah SDM anak-anak NTT tidak mampu bersaing? Ataukah anak-anak NTT tidak punya orang dalam dan kekurangan isi TAS?”.
Unggahan itu juga mendapat tanggapan beragam dari para netizen.
Tanggapan Polda NTT
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Komisaris Besar Polisi Ariasandy, mengatakan, seleksi penerimaan calon taruna Akpol Polda NTT tahun anggaran 2024, digelar secara transparan.
Proses pelaksanaan seleksi pun kata dia, sangat ketat, terbuka dan diawasi dari Polda maupun Mabes serta dari pengawas eksternal.
“Jadi, tidak betul apabila dikatakan ada permainan,” kata Ariasandy, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (6/7/2024).
Menurutnya, semua proses pendaftaran bersifat terbuka sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan.
Dia menyebut, Polda NTT dan Mabes Polri sudah bekerja secara sesuai aturan dan diawasi oleh pengawas eksternal maupun internal.
“Sehingga, tidak ada satu pun yang namanya titipan,” sebut dia.
Dia mengatakan, pendaftaran Akpol itu bersifat terbuka dan siapa saja boleh mendaftar asalkan sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan.
“Hasil pelaksanaan seleksi sesuai dengan hasil penilaian masing masing peserta seleksi,” ujar dia.
Untuk diketahui, pada Rabu, 3 Juli 2024, Polda NTT menggelar sidang akhir untuk menentukan kelulusan calon taruna Akpol dalam Panitia Daerah (Panda) Polda NTT untuk tahun ajaran 2024.DMS/AC