Wali Kota Paparkan Potensi Ambon Di IABS

Ambon – Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy memaparkan potensi dan keunggulan ibu kota provinsi Maluku itu di ajang Indonesian Australian Bussiness Summitt (IABS) 2017 di Adelaide, Australia.

Wali kota Richard bersama pewakilan Kementerian Pariwisata, pimpinan Garuda Indonesia untuk kawasan Australia (Asia Pacific-New Zealand), Wali kota Banjarmasin dan tiga pengusaha atau investor internasional memaparkan potensi negara dan daerah di ajang IABS 2017.

“Potensi dan karakteristik utama yang dimiliki menjadi kekuatan kota Ambon untuk dikembangkan kedepan terutama menarik perhatian nasional dan dunia,” katanya di Ambon, Kamis, setelah kembali dari Australia.

Menurut dia, ada tiga potensi utama kota ini yang menjadi kekuatan menarik di tingkat nasional dan dunia, yaitu Ambon City of Music (kota musik) di tahun 2019, City of Fish (kota ikan) dan City of Peace (kota perdamaian).

“Saat ini kota Ambon sementara menyiapkan sumber daya dan infrstruktur guna mewujudkan Ambon sebagi kota musik dunia, hal ini juga sejalan dengan Adelaide yang nantinya juga ditahun 2019 akan ditetapkan sebagai kota musik dunia,” katanya.

Posisi kota Ambon kata Richard, sangat strategis dan penting sebagai pintu masuk ke Maluku jelang pengoperasian blok minyak dan gas (Migas) abadi Masela, kabupaten MBD yang direncanakan tahun 2020.

“Menuju ke lokasi blok Masela harus melalui kota Ambon sebagai ibu kota provinsi Maluku, karena itu kita juga berupay menyiapkan kota ini agar siap menghadapi kunjungan wisatawan maupun para pekerja saat blok masela dioperasionalkan.” ujarnya.

Ambon katanya juga memiliki potensi pariwisata laut yang cukup menggoda para wisatawan. Sesuai perencanaan tahun 2020 kota Ambon akan ditetapkan sebagai destinasi wisata.

Mewujudkan Ambon sebagai kota destinasi wisata, pemerintah akan fokus pada pembenahan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Seluruh upaya ini dilakukan agar kesan Ambon manise itu terus dikenang bukan hany akarena panorama alamnya yang indah, tetapi juga keramah-tamahan warga harus menjadi faktor utama, sebagai upaya meyakinkan publik nasional dan internasional,” katanya.

Richard menambahkan, sejalan itu dan tiga karakter yang dimiliki, Pemkot Ambon terus melakukan upaya untuk memperkenalkan karakteristik Ambon dan membangun kerjasama antar negara, seperti yang telah terjalin antara Ambon dan Darwin.

“Kita terus melakukan pendekatan faktor sejarah antara Ambon Belanda dan Jepang. Obsesi besar saya dan harus tercapai membangun kerja sama,” tandasnya.(DMS-Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *