Berita Seram Bagian Barat, Elpaputih – Masyarakat dari beberapa desa di kecamatan Elpaputih mempertanyakan pengerjaan proyek jalan ruas Desa Sumeith Pasinaro-SP, Watui (Huku Kecil) yang masih menyisahkan beberapa ruas untuk dikerjakan.
Salah satu yang menjadi sorotan masyarakat adalah pengerjaan jalan sekitar 400 meter menuju kali Nui, yang terhenti tanpa ada penjelasan resmi dari pihak berwenang, sementara informasi yang beredar menyebutkan bahwa pengerjaan jalan terhenti karena daerah tersebut masuk kawasan hutan lindung.
Beberapa warga yang diwawancarai oleh tim DMS Media Group mengatakan bahwa jalan menuju kali Nui sudah ada sejak dulu saat dibuka untuk lalu lintas pekerjaan logging pengambilan kayu, namun tidak pernah ditanggapi oleh Dinas Kehutanan. Namun, sejak adanya pengerjaan jalan yang diaspal hotmix, hal itu menjadi permasalahan.
Akibatnya, pengerjaan jalan sekitar 400 meter menuju kali Nui hingga saat ini masih terhenti, dan hal ini memberikan dampak kerugian bagi masyarakat dari sejumlah desa yang sangat berharap pengerjaan jalan tersebut dapat diselesaikan untuk memperlancar hubungan transportasi mereka menuju ibukota kecamatan.
Maikel Latekay, warga desa Abio, mengatakan sangat berharap agar proyek pengerjaan jalan ini dapat diselesaikan, guna memudahkan mereka melakukan perjalanan dari desa mereka ke ibukota kecamatan. Mengingat kondisi jalan yang ada saat ini, memiliki tingkat kesulitan saat melintasi cukup berat, apalagi pada musim penghujan, maka sangat sulit menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat saat akan melintas.
Hal yang sama juga disampaikan Mersy Lesiela, warga desa Huku Kecil. Mereka berharap pihak kontraktor, termasuk pemerintah daerah melalui Dinas PU, dapat melanjutkan menyelesaikan pengerjaan jalan yang sangat diharapkan oleh masyarakat lima desa di pegunungan kecamatan Elpaputih.
Harapan untuk terselesaikannya pengerjaan jalan tersebut juga dikemukakan oleh Yohanis Sorsai, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek dari desa Ahiolo. Yohanis mengatakan bahwa rute jalan yang dilewatinya saat ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena belum ada jalan yang diaspal.
Oleh karena itu, dengan adanya proyek jalan yang sedang dikerjakan, ia berharap akan semakin memudahkan para pengendara, termasuk para pengojek, yang setiap hari melintasi jalan tersebut guna memperlancar perjalanan dari desa menuju kota kecamatan maupun sebaliknya.
Sebagaimana diketahui, proyek jalan ruas Desa Sumeith Pasinaro-SP, Watui (Huku Kecil) memiliki nilai kontrak sebesar hampir 8,5 miliar rupiah lebih, menggunakan dana APBD-DAK tahun 2023, dengan lama waktu pekerjaan 150 hari kalender.DMS