Warga Keturunan Maluku Di Belanda Gelar Kompetisi Sepakbola

Ambon-Warga keturunan Maluku di Belanda menggelar kompetisi sepakbola, berlangusng 24 Juni 2017. Kompetisi ini  memeriahkan hari komunitas keturunan Maluku bagian Tenggara di Belanda. Hari dimaksud, merupakan hari dimana seluruh warga keturunan Maluku bagian Tenggara di Belanda berkumpul untuk bersilahturahmi.

Meramaikan hari komunitas tersebut Panitia Penyelenggaran menggelar Kompetisi Sepakbola Tenggara Cup. Tenggara Cup merupakan sebuah kompetisi sepakbola persahabatan antara tim-tim sepakbola yang terdiri dari anak-anak keturunan Maluku Tenggara.

Tenggara Cup telah berlangusng selama lima tahun dan tahun 2017 merupkan gelaran ke lima.  Kompetisi  Tenggara Cup di gelar di  Pusat Olahraga DCS Sportpark Hengelder, Zevenaar, Belanda. Anak-anak yang dapat berpartisipasi pada kompetisi ini adalah laki-laki dan perempuan usia 6 sampai 12 tahun.

Sebelum dimulai, Tenggara Cup yang dihadiri dari sekitar 250 orang dimaksud dilakukan upacara pembukaan dengan tarian Cakalele serta waktu hening selama 1 (satu) menit guna mengenang leluhur dan saudara mereka yang telah meninggal dunia.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, membuka pertandingan dengan melakukan gol pertama.

Dalam kompetisi dimaksud terdapat 4 tim sepak bola anak-anak yang bertanding.  Tim ini merupakan anak-anak keturunan Maluku generasi ke-4. Pertandingan ini memperebutkan piala bergilir.

Kendati memperebutkan Piala bergilir, diakhir pertandingan seluruh anak yang berpartisipasi pada kegiatan dimaksud mendapatkan medali.

Kompetisi tidak semata mata untuk anak-anak tetapi juga antar tim sepakbola remaja yaitu tim sepakbola laki-laki dan perempuan usia 14 – 20 tahun, antara tim dari komunitas keturunan Maluku, Tim Garuda Muda, dengan tim sepakbola kota sahabat, Rotterdam.

Mulanya Tenggara Cup ini dilakukan karena kecintaan beberapa keluarga keturunan Maluku terhadap pertandingan sepakbola yang menginginkan sebuah wadah dimana seluruh keluarga keturunan Maluku bagian Tenggara di Belanda, dapat saling mengenal dan bersilahrurahmi dengan saudara sedarah disamping yang biasa dilakukan pada acara pernikahan atau upacara kematian.

Keseluruhan pertandingan sepakbola persahabatan ini ditutup dengan acara ramah tamah dan santap malam yang diiringi dengan hiburan, dimana pada saat dimaksud adalah bagian yang terpenting bagi warga keturunan Maluku bagian Tenggara untuk mengenal saudara-saudara mereka sedarah di Belanda dan mempererat tali kekeluargaan.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *