Warga Yang Mendiami Bantaran Sungai Wairuhu Galala Nyaman Dari Luapan Banjir

Ambon-Warga RT 003/RW 004 Kayu Kuning yang mendiami sepanjang bantaran sungai Wairuhu Galala-Hative Kecil, Kecamatan Baguala Kota Ambon, saat ini boleh berlega hati, karena tidak lagi terkena musibah banjir akibat meluapnya sungai Galala setiap musim penghujan tiba.

Frans Lamere, Warga Kayu Kuning Desa Galala mengakui sebelum ada pengerukan setiap musim penghujan tiba dirinya bersama warga yang tinggal di kawasan sungai Wairuhu selalu tertimpa musibah banjir akibat luapan air sungai itu.

Ia mengakui sejak Balai Wilayah Sungai melakukan pengerukan sendimen lumpur dan sampah   untuk menormalisasi daerah aliran sungai Waiaruhu sejak 2013 warga sekitar tidak lagi merasa was-was.

Kendati demikain, Frans merasa prihatin karena masih ada warga yang membuang sampah di sungai, hal ini bisa menimbulkan tersumbatnya aliran air.

Menurutnya pemerintah telah melakukan sosialisasi agar warga tidak membuang sampah ke sungai dan hal ini telah ditaati warga kayu kuning, sayangnya warga dari luar kompleks itu yang seringkali membuang sampah ke sungai.

Seperti diketahui banjir bandang 2012 lalu Galala Hative Kecil merupakan salah satu faerah terparah tertimpa banjir .

Banjir saat itu terjadi pada siang hari sekitar pukul 14:00 WIB, memaksa ribuan warga mengungsi. Pemukiman Solata di desa Galala-Hative pun ikut hancur.  

Wilayah terparah kebanyakan dihuni oleh warga pendatang bahkan sekitar 60%-nya adalah SOLATA, Sang Torayan.

Desa Galala-Hative Kecil adalah kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Wairuhu yang langsung berhadapan dengan Teluk Ambon. DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *