Waspadai Peredaran Pil PCC Terbukti PN Ambon Mulai Menyidangkan Kasus Penguna PCC

Ambon-Humas Pengadilan Negeri Ambon Hery Setyobudi, meminta masyarakat Maluku khusunya kota Ambon untuk mewaspadai peredaran Pil PCC, mengingat kasus pengguna pil PCC kini telah naik meja persidangan.

Setyobusi mengatakan kendatipun, baru terungkap satu kasus namun peredaran  pil mematikan ini di daerah ini dapat saja dilakukan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ia mengakui saat ini baru satu perkara PCC yang mulai sidangkan di pengadilan dengan terdakwa seorang wanita yang barang haram tersebut dari luar masuk ke Ambon.

Menurutnya selama ini persidangan kasus Narkotika baik pengedar maupun pengguna hanya berkutat pada narkotika jenis Sabu dan ganja sementara untuk jenis PCC baru pertama kali disidangkan. Oleh karena itu masyarakat dan maupun instansi terkait diminta untuk mewaspadai peredaran pil tersebut agar tidak menambah korban pengguna narkoba.

Maraknya kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di Maluku menjadi sorotan masyarakat Kota Ambon. Menurut data Pengadilan Negeri Ambon perkara narkoba yang naik sidang periode Januari hingga November sebanyak 69 kasus.

Penyalahgunaan narkoba selain melibatkan masyarakat dari 69 perkara, 10 diantaranya adalah oknum anggota Polisi sisanya adalah ASN dan masyarakat umum.

Sedangkan untuk barang bukti narkotika,  Setyobudi mengakui terbanyak adalah ganja.

Menurut beberapa situs kesehatan, pil PCC adalah campuran obat yang terdiri dari paracetamol, caffeine, dan carisoprodol. PCC bekerja dengan menghambat sinyal rasa nyeri dari tulang belakang dan otak.

Campuran paracetamol dan caffeine sudah banyak diketahui dan banyak ditemui di pasaran untuk mengatasi rasa nyeri. Adapun carisoprodol adalah muscle relaxant yang dipakai untuk mengatasi rasa tidak nyaman karena nyeri akut muskuloskeletal pada orang dewasa.

Pil PCC tergolong obat keras yang tidak bisa diperjualbelikan secara bebas. Untuk mendapatkannya, diperlukan izin melalui resep dokter.

Adapaun  efek samping penggunaan Pil PCC yang tidak tepat, antara lain; pertama, efek sedatif atau  menenangkan yang kuat, sehingga bisa membahayakan aktivitas yang memerlukan konsentrasi seperti saat mengemudikan kendaraan. Efek sedatif pada carisoprodol yang ada pada pil PCC ini dapat membuat ketagihan pengguna.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *