[ad_1]
Sumber gambar, Quality Sport Images
Djokovic tak pernah secara umum menyatakan status vaksinasinya tapi sebelumnya sempat mengatakan tak setuju vaksin.
Bintang tenis asal Serbia, Novak Djokovic, harus dideportasi dari Australia bila ia tidak mengungkap kebenaran terkait pengecualian dalam vaksinasi, kata wakil perdana menteri.
Barnaby Joyce mengatakan kepada BBC bahwa orang kaya “tak bisa berkeliling dunia dan beranggapan…mereka di atas hukum.”
Djokovic yang berada di negara itu untuk pertandingan Australia Terbuka, saat ini di hotel tahanan imigrasi setelah visanya ditolak.
Pengadilan akan memutuskan apakah ia harus dideportasi dalam sidang Senin (10/01).
Djokovic tiba hari Rabu (05/01) dan ditahan di bandara beberapa jam sebelum para petugas mengumumkan dia tidak memenuhi persyaratan masuk. Untuk turun dalam pertandingan Australia Terbuka, para pemain disyaratkan sudah divaksin.
Ia kemudian dibawa ke hotel milik pemerintah setelah kuasa hukumnya mendapatkan perjanjian untuk tetap berada di negara itu sampai sidang hari Senin dalam upaya untuk membalikkan larangan itu.
Sumber gambar, Getty Images
Perkembangan ini terjadi di tengah reaksi keras atas komentar Djokovic bahwa ia mendapat pengecualian dari kewajiban vaksinasi untuk bermain di turnamen Australia Terbuka.
Djokovic belum pernah berbicara tentang status vaksinasinya, tetapi tahun lalu dia berkata bahwa dia “menentang vaksinasi”.
Badan tenis Australia mengonfirmasi pengecualian medis telah diberikan untuk sang pemain “setelah proses peninjauan ketat yang melibatkan dua panel independen terpisah” tetapi masalah muncul setelah Djokovic tiba di Melbourne.
Dalam sebuah pernyataan, satuan penjaga perbatasan Australia, Australia Border Force, mengatakan Djokovic “gagal memberikan bukti yang cukup untuk memenuhi persyaratan masuk ke Australia, dan visanya kemudian dibatalkan.
“Non-warga negara yang tidak memegang visa masuk yang sah atau yang visanya dibatalkan akan ditahan dan dikeluarkan dari Australia,” imbuhnya.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, membantah kalau Djokovic mendapat perlakuan khusus dan mengatakan tidak ada seorang pun yang berada di atas aturan negara itu.
Sumber gambar, EPA
Novak Djokovic berkata bahwa ia mendapat pengecualian dari kewajiban vaksinasi untuk bermain di turnamen Australia Terbuka.
Pada konferensi pers hari Kamis (06/01), Morrison berkata dia telah diberi tahu bahwa tidak terdapat pengecualian medis untuk masuknya sang pemain dan mengatakan bukti yang diberikan ” tidak cukup”.
Media lokal mengatakan Djokovic dapat mengajukan banding secara hukum atau mengajukan permohonan visa baru sehingga ia dapat masuk kembali dan bermain di turnamen.
Kantor berita Reuters melaporkan bahwa dia belakangan dibawa dari bandara ke sebuah hotel di pinggiran kota Melbourne Carlton yang digunakan untuk penahanan imigrasi. Fasilitas itu telah menjadi lokasi wabah Covid-19 dan kebakaran baru-baru ini, menurut media setempat.
PM Scott Morrison soal Djokovic: “Aturan adalah aturan”.
Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, sebelumnya menggambarkan perlakuan terhadap Djokovic sebagai “tegas” tetapi “adil” dan mengatakan “ini adalah satu aturan untuk semua orang di bawah pemerintah Australia ini
Bagaimanapun, perlakuan terhadap sang bintang tenis telah memicu kemarahan di negara asalnya Serbia. Ayahnya, Srdjan Djokovic, mengatakan putranya ditahan di sebuah ruangan yang dijaga oleh polisi di bandara.
Presiden Aleksander Vucic mengatakan sang bintang adalah korban “pelecehan” dan mengatakan bahwa “seluruh Serbia” mendukungnya.
Australia mencatat puluhan ribu kasus Covid-19 untuk pertama kalinya setelah melalui beberapa kebijakan pembatasan paling ketat di dunia. Lebih dari 90% populasi Australia yang berusia di atas 16 tahun sepenuhnya divaksinasi, namun beberapa orang masih tidak bisa melakukan perjalanan antar negara bagian atau global karena kebijakan pembatasaan saat ini.
Australia Terbuka akan dimulai pada 17 Januari di Melbourne. Djokovic sebelumnya telah memenangkan turnamen itu sembilan kali. “.
[ad_2]
Source link