Berita Ambon- Upaya penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon beberapa waktu lalu mulai dari depan Terminal Mardika hingga Pasar Batumerah dinilai tidak efektif.
Sebab, meski kiosnya telah dibongkar, PKL masih nekat berjualan di bahu jalan atau menempati lokasi semula.
Terhadap hal ini Zeth Pormes Anggota DPRD Kota Ambon kepada sejumlah wartawan di gedung Rakyat Belakang Soya,Jumat (11/08).
Pormes menilai penertiban Pasar Mardika terlalu terburu – buru sehingga tidak efektik. Buktinya usai penertiban pedagang kembali berjualan di badan jalan dan di dalam terminal.
Disebutkan, seharusnya penertiban di dahului dengan perencanaan yang matang baik soal tempat maupun lokasi berjualan sementara bagi para PKL yang dibarengi tindakan sosialisasi, konsolidasi yang baik oleh pemerintah.
Ia mencontohkan apa yang dilakukan Tri Risma Harini saat menjabat Walikota Surabaya, demikian halnya dengan Joko Widodo saat masih menjabat Walikota Solo, semuanya berlangsung dengan baik dan aman.
“Oprasi penertiban pasar di seluruh indonesia semua di lakukan dengan perencanaan yang matang , konsolidasi, yang baik contohnya penertiban pasar di Surabaya oleh Ibu Risma dan juga Pak Jokowi di Sol”ujarnya
Disebutkan saat rapat dengan pedagang bersama Pemkot Ambon dirinya telah meminta agar proses penertiban dirancang dengan baik tidak terburu – buru mengingat saat ini lagi musim penghujan.
Pasca penertiban terminal dan pasar Mardika masih ada pedagang Selasa (02/08) para pedagang kembali menggelar dagangan mereka hingga ke bahu jalan sehingga berdampak pada kemacetan.
Pantauan DMS Media Group di lapangan, dari beberapa lokasi penertiban PKL, banyak PKL yang kembali berjualan. Bahkan, hari ini, PKL masih ada beberapa pedagang yang masih membandel. Mereka kembali berjualan di badan jalan pantai mardika hingga kawasan pasar Batu Merah.
Meski sudah ada pos pemantauan, pedagang tetap kucing-kucingan dengan petugas. Saat petugas tidak berada di lokasi pedagang kembali menggelar dagangan di jalan.DMS