Berita – Aksi saling dorong dan bakar ban warnai demontrasi menolak kenikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhamadiya (IMM ), di Ambon Rabu (07/09).
Mahasiswa terlibat saling dorong dengan pihak Kepolisian yang mengawal jalanya aksi tersebut.
Pantauan di lokasi, pukul 11.50 WIT, aksi saling dorong itu dilakukan lantaran mahasiswa yang ingin masuk menduduki Gedung DPRD Maluku dihalangi pihak kepolisian.
Situasi sempat memanas, ketika mahasiswa bersikeras masuk, namun dihadang oleh petugas .
Setelah beberapa kali mencoba untuk berdiskusi dengan personel kepolisian yang berdiri di depan pintu, akhirnya para pendemo dipersilahkan masuk untuk menemui salah satu anggota DPRD Maluku.
Tidak puas dengan aksi di DPRD massa aksi melanjutkan panggung terbuka di perempatan Polsek Sirimau.
disini mahasiswa berorasi dan membakar ban bekas, namun sempat dipadamkan oleh petugas kepolisian yang mengawal aksi mereka .
Hampir satu jam melakukan aksi, mahasiswa kemudian melanjutkan hal yang sama di depan kantor Gubernur Maluku, namun tidak di temui oleh Gubernur maupun perwakilan. massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib .
Berikut sejumlah poin tuntutan massa aksi, yakni menuntut DPRD provinsi Maluku agar mendesak DPR RI dan pemerintah untuk mengaudit kembali BPH Migas terkaitregulasi penyaluran BBM bersubsidi
Menuntut DPRD Provinsi Maluku mendesak DPR-RI melalui rapat kerja Kementerian Keuangan agar menyesuaikan APBN untuk kesejahteraan masyarakat
Mendesak DPRD Provinsi Maluku dan DPR RI agar menghapus dana pensiun DPR yang dianggap membebani APBN.
Tuntutan lainya meminta pemerintah untuk menemui Direktur Pertamina mempertanyakan kelangkaan minyak tanah dan Pertalite di Maluku
Selain itu Dinas Disperindag Maluku diminta tetap menjamin kestabilan harga bahan pangan di Maluku.DMS











