Berita Buru, Namlea – Pemerintah kabupaten Buru kembali mengadakan rapat konsultasi publik tahap II Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) pertambangan rakyat di kawasan gunung botak dan kawasan gogorea kabupaten Buru tahun 2022 di ruang rapat utama kantor bupati pada Kamis 22/12/2022.
Pelaksaan kegiatan Rapat Konsultasi publik II Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dibuka secara langsung oleh Penjabat Bupati Buru Djalaludin Salampessy dan diikuti oleh sejumlah kepala OPD, termasuk para tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh agama serta pemberhati lingkungan.
Penjabat bupati Buru Djalaludin Salampessy menjelaskan, Rapat konsultasi publik tahap II adalah kelanjutan dari rapat tahap pertama yang telah dilaksanakan guna merampungkan seluruh dokumen sesuai persyaratan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2022 Tentang Pendelegasian Pemberian Perizinan Berusaha di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara.
Dikatakan bupati masukan dari seluruh pihak yang disampaikan dalam konsultasi publik ini, akan memberikan bobot dan penguatan guna kelengkapan dokumen yang selanjutnya akan dikirim ke dinas Lingkungan Hidup provinsi Maluku untuk dikaji sebelum mendapatkan rekomendasi dari gubernur terkait proses Izin Pertambangan Rakyat.
Sementara itu kepala dinas Lingkungan Hidup kabupaten Buru Adjie Hentihu yang ditemuai diruang kerjanya menjelaskan, rapat konsultasi publik tahap II guna memastikan seluruh persyaratan menyangkut izin pertambangan rakyat pada kawasan gunung Botak dan kawasan gogorea telah terpenuhi.
Sesuai rencana pemerintah daerah kabupaten Buru saat ini tengah melakukan proses perizinan Pertambangan Rakyat seluas 100 hektar yang akan dikelolah oleh 10 Koperasi pertambangan rakyat di kabupaten Buru.
Dengan nantinya dikeluarkan izin pertambangan rakyat oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM RI), maka tidak ada lagi penambang illegal yang melakukan kegiatan pada lokasi kawasan gunung botak dan kawasan gogorea.
Hadir pada kegiatan rapat konsultasi publik tahap II Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) pertambangan rakyat di kawasan gunung botak dan kawasan gogorea kabupaten Buru tahun 2022, diantaranya Sekda M Ilias Hamid, Asisten I M Masri Bugis, staf ahli Nawawi Tinggapi, Kadis Lingkungan Hidup Adjie Hentihu, Kadis Tata Kota Atika Wael, Kadis Bencana Alam Hadi Zulkarnaen, Kepala Bappeda Najib Hentihu dan Kepala BAPPEDA Sugeng Widodo.DMS











