Berita Maluku, Ambon – BPBD Provinsi Maluku mencatat jumlah kerusakan rumah dampak dari gemap dengan Magnitudo 7,5 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Maluku Barat Daya (MBD) menjadi 595 unit dari data sebelumnya yang tercatat sebanyak 326 unit.
“BPBD di dua kabupaten terus mendata jumlah kerusakan pemukiman akibat gempa. Data kerusakan sebelumnya sebanyak 326 unit. Sedangkan data terbaru, sebanyak 595 unit rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Maluku, Sandhy Luhulima, di Ambon Selasa (17/01)
Berdasarkan data BPBD 429 unit rumah rusak, berada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Rinciannya, 322 unit rusak ringan, 72 rusak sedang dan 35 unit rusak berat.
Sedangkan di Kabupaten MBD, kerusakan rumah sebanyak 166 unit dengan rincian 113 unit rusak ringan, 29 unit rusak sedang dan 24 unit mengalami rusak berat.
Total kerusakan rumah di dua kabupaten itu yakni rusak ringan sebanyak 435 unit, rusak sedang 101 unit dan rusak berat 59 unit.
Sementara untuk korban terdampak gempa di Tanimbar, tiga warga kini telah sembuh, satu orang sementara rawat jalan.
Di kabupaten MBD, enam warga rawat jalan dan satu lainya dinyatakan sembuh. Sedangkan warga di kabupaten MBD yang saat ini masih mengungsi sebanyak 400 jiwa.
Diketahui, gempa dengan magnitudo 7,9 terjadi di Maluku Tenggara Barat pada 10 Januari 2023 dini hari pukul 02.47 WIT.
Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. Setelah pemutakhiran data BMKG mengakhiri peringatan tersebut 2 jam setelah gempa terjadi.DMS