Jakarta – Hujan deras yang melanda Jakarta pada Rabu malam mengakibatkan dua rukun tetangga (RT) di Jakarta Barat terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter (cm) pada pukul 19.00 WIB.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, banjir tersebut melanda dua RT, hanya mencakup 0,006 persen dari total 30.772 RT dan satu ruas jalan di wilayah DKI Jakarta.
Genangan air parah terjadi di Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, dengan ketinggian mencapai 80 cm. Sementara itu, Jalan Ciledug Raya, Cipulir, Kebayoran Lama, juga tergenang dengan ketinggian air mencapai 30 cm.
BPBD DKI Jakarta mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan air. Mereka juga menekankan pentingnya menghubungi nomor darurat 112 dalam keadaan darurat, yang tersedia secara gratis dan beroperasi 24 jam non-stop.
BPBD DKI Jakarta tengah berupaya keras untuk menangani genangan banjir dengan cepat. Mereka melibatkan petugas dari berbagai instansi seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Dinas Bina Marga DKI, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI.
Sebanyak 267 petugas penanggulangan bencana atau tim reaksi cepat (TRC) dikerahkan di seluruh wilayah yang rawan terkena banjir.
BPBD DKI Jakarta juga telah memetakan 25 kelurahan yang rawan banjir di Jakarta, termasuk di antaranya:
- Di Jakarta Barat, seperti Rawa Buaya, Tegal Alur, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, dan Kembangan Utara (lima kelurahan).
- Di Jakarta Selatan, seperti Cipete Utara, Petogogan, Cipulir, Pondok Pinang, Ulujami, Pondok Labu, Bangka, Pejaten Timur, dan Jati Padang (sembilan kelurahan).
- Di Jakarta Timur, seperti Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, Cipinang Melayu, Kebon Pala, Makasar, dan Rambutan (delapan kelurahan).
- Di Jakarta Utara, seperti Pademangan Barat, Pluit, dan Rorotan (tiga kelurahan).
Banjir yang melanda Jakarta menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat, yang terus berupaya untuk meningkatkan sistem penanggulangan bencana dan mitigasi risiko banjir di masa mendatang. DMS/AC