Sakaeo (DMS) – Militer Thailand mengecam keras serangan roket yang diluncurkan pasukan Kamboja ke wilayah sipil di dekat perbatasan kedua negara. Serangan tersebut dinilai sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia.
Komando Wilayah Angkatan Darat Pertama Thailand menyatakan, pada Kamis (25/12) pasukan Kamboja menembakkan sekitar 40 roket BM-21 yang menghantam Desa Ban Khlong Phaeng, Distrik Ta Phraya, Provinsi Sa Kaeo. Serangan terjadi pada pagi hari dan menyebabkan kerusakan signifikan.
Menurut militer Thailand, sejumlah rumah warga, fasilitas umum, lahan pertanian, serta jalan-jalan lokal mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Penggunaan senjata berat ke wilayah sipil dinilai mencerminkan tidak adanya itikad untuk meredakan konflik.
“Serangan terhadap daerah sipil dengan persenjataan berat merupakan pelanggaran yang disengaja terhadap hukum internasional,” demikian pernyataan resmi Komando Wilayah Angkatan Darat Pertama Thailand.
Eskalasi ketegangan ini terjadi setelah seorang prajurit Thailand, Prajurit Thanaphat Nanthawong, tewas dalam bentrokan di wilayah perbatasan Distrik Khok Sung pada 23 Desember. Ia menjadi prajurit ke-23 yang gugur sejak kembali pecahnya permusuhan pada 8 Desember.
Upacara penghormatan militer digelar pada Kamis di Pangkalan Udara Watthana Nakhon sebelum jenazah Prajurit Thanaphat diterbangkan ke kampung halamannya di Provinsi Amnat Charoen.
Sementara itu, meski pembicaraan antara militer Thailand dan Kamboja telah dimulai di Provinsi Chanthaburi pada Rabu (24/12), situasi keamanan di kawasan perbatasan dilaporkan masih belum stabil.
DMS/AC











