Jakarta (DMS) – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membuka rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto untuk membahas pembangunan 600 unit hunian sementara bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.
Rapat tersebut merupakan bagian dari peninjauan rencana pembangunan total 15 ribu rumah hunian sementara (huntara) yang dikerjakan BPI Danantara Indonesia. Teddy menyebutkan, rapat dihadiri 10 menteri Kabinet Merah Putih serta 15 direktur utama BUMN.
“Rapat ini meninjau pembangunan 600 unit hunian dari total 15 ribu unit yang direncanakan akan dibangun Danantara,” ujar Teddy dalam siaran langsung Sekretariat Presiden.
Selain membahas progres pembangunan, rapat juga menjadi forum koordinasi dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, serta jajaran terkait.
Pembangunan 15 ribu hunian sementara tersebut direncanakan tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh sebanyak 12 ribu unit, Sumatera Utara sekitar 2.000 unit, dan Sumatera Barat 500 unit. Untuk tahap awal, 600 unit huntara dibangun di Aceh Tamiang dan dijadwalkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.
Selain hunian, pemerintah juga akan menyerahkan fasilitas pendukung berupa taman bermain, jaringan WiFi, 14 dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang guna meninjau langsung lokasi pembangunan hunian tersebut. Dalam rombongan Presiden turut hadir sejumlah menteri, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.











