Manado (DMS) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Utara (Sulut) hingga 21 Januari 2026. Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan berupa hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya beberapa faktor yang memengaruhi cuaca di Sulut. Di antaranya dominasi angin Muson barat, fenomena La Nina lemah, serta aktivitas gelombang Kelvin dan Low Frequency yang berperan dalam pembentukan awan hujan.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi pusat tekanan rendah di Samudera Pasifik bagian timur Australia. Kondisi ini memicu pertemuan angin yang meningkatkan potensi curah hujan dan angin kencang, didukung kelembapan udara yang tinggi serta labilitas atmosfer yang kuat.
“Kombinasi berbagai fenomena tersebut diprakirakan mendukung terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang,” ujar Dhira di Manado, Senin.
BMKG mencatat enam daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem, yakni Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, dan Bolaang Mongondow Utara.
BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait. Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, terutama di wilayah bertopografi curam dan rawan bencana.
Mengingat kondisi cuaca yang dinamis, masyarakat juga diminta terus memantau informasi terkini dan peringatan dini cuaca dari BMKG melalui kanal resmi dan situs cuaca.bmkg.go.id.











