Jakarta (DMS) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 17 rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter, Kamis pagi.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi genangan dan dampak lanjutan akibat banjir. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” katanya.
Menurut Yohan, banjir dipicu hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (28/1), yang menyebabkan kenaikan muka air di Bendung Katulampa hingga status Waspada atau Siaga 3. Selain itu, sejumlah pos pantau juga mencatat peningkatan debit air, sehingga Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan meluap dan menggenangi permukiman warga.
Ketinggian air di permukiman warga Jakarta Timur dilaporkan mencapai 1,3 hingga 1,5 meter, sementara di Jakarta Barat rata-rata sekitar 30 sentimeter. BPBD menyebut faktor utama banjir adalah curah hujan tinggi yang disertai luapan Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan.
Berdasarkan data BPBD hingga pukul 07.00 WIB, terdapat 14 RT terdampak di Jakarta Timur yang tersebar di Kelurahan Bidara Cina (4 RT), Kampung Melayu (4 RT), Cawang (5 RT), dan Cililitan (1 RT), dengan ketinggian genangan 110–150 sentimeter. Di Jakarta Barat, banjir merendam 3 RT di Kelurahan Kedoya Selatan dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.
Selain permukiman, sejumlah ruas jalan juga tergenang, antara lain Jalan Raden Inten II di Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, dengan ketinggian air sekitar 25 sentimeter, serta Jalan Ciledug Raya di Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan, dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter.
BPBD terus memantau kondisi di lapangan dan mengoordinasikan upaya penanganan banjir, termasuk penyiapan bantuan bagi warga terdampak serta antisipasi kemungkinan peningkatan debit air susulan.











