Jakarta (DMS) – Penyanyi pop dunia Britney Spears dikabarkan bersedia menjalani rehabilitasi secara sukarela setelah mendapat dukungan kuat dari kedua anaknya, menyusul insiden penangkapan terkait dugaan mengemudi dalam kondisi mabuk.
Laporan media hiburan People pada Senin (13/4) mengungkapkan bahwa dua anak Britney dari pernikahannya dengan Kevin Federline, yakni Sean Preston (20) dan Jayden James (19), memiliki peran besar dalam mendorong sang ibu untuk menjalani perawatan.
Menurut sumber tersebut, kedua anaknya menyampaikan bahwa mereka hanya menginginkan Britney dalam kondisi sehat, sehingga akhirnya penyanyi itu bersedia mempertimbangkan rehabilitasi sebagai langkah terbaik.
Sumber itu juga menyebutkan bahwa Britney sempat mengalami tekanan mental setelah ditangkap karena dugaan mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan. Ia bahkan disebut khawatir akan kemungkinan hukuman penjara.
“Butuh waktu berminggu-minggu baginya untuk menyadari bahwa rehabilitasi adalah pilihan terbaik,” ujar sumber tersebut.
Sejak insiden penangkapan, tim manajemen serta orang-orang terdekat Britney juga disebut terus mendorongnya untuk menjalani perawatan demi pemulihan kondisi fisik dan mentalnya.
Perwakilan Britney Spears pada Minggu (12/4) mengonfirmasi bahwa pelantun lagu Womanizer tersebut telah masuk ke fasilitas rehabilitasi secara sukarela. Ia sebelumnya ditangkap di Ventura, California, pada 4 Maret 2026 atas dugaan mengemudi di bawah pengaruh zat terlarang.
Britney kemudian dibebaskan pada 5 Maret 2026. Pihak perwakilan menyebut kejadian tersebut sebagai sesuatu yang “sangat disayangkan” dan tidak dapat sepenuhnya dibenarkan.
Dalam pernyataan resminya, pihak perwakilan menegaskan bahwa Britney akan mengambil langkah yang tepat, mematuhi hukum, serta menjadikan proses rehabilitasi sebagai awal perubahan dalam hidupnya.
Mereka juga berharap sang penyanyi bisa mendapatkan dukungan yang dibutuhkan selama menghadapi masa sulit ini.
Sebelumnya, perilaku Britney Spears di media sosial yang dinilai tidak stabil telah memicu kekhawatiran publik, terutama sejak berakhirnya masa perwaliannya pada November 2021.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa selama masa perwalian, kehidupan Britney lebih terstruktur dan stabil karena adanya pihak yang mengarahkan keputusan serta menjaga rutinitasnya.
Namun setelah memperoleh kembali kemandiriannya, tanda-tanda ketidakstabilan dalam kehidupan sehari-hari mulai terlihat, yang kemudian memicu perhatian dari keluarga dan orang-orang terdekatnya.











