Jakarta (DMS) – Stres sering kali tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan menumpuk perlahan melalui kebiasaan kecil yang dilakukan berulang setiap hari tanpa disadari. Jika terus dibiarkan, pola tersebut dapat berkembang menjadi tekanan mental yang berlebihan bahkan membahayakan kesehatan.
Dikutip dari laporan Hindustan Times pada Minggu (26/4) waktu setempat, CEO ConsciousLeap sekaligus penulis, Sanjay Desai, mengungkap sejumlah kebiasaan sehari-hari yang dapat memicu timbulnya stres.
Berikut kebiasaan yang dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya stres:
- Memeriksa ponsel saat bangun pagi
Sebelum sistem saraf sepenuhnya siap, tubuh langsung menerima paparan notifikasi, berita, dan berbagai tuntutan dari luar. Hal ini membuat seseorang memulai hari secara reaktif dan menanamkan tekanan sejak awal aktivitas. - Mengatakan “ya” saat sebenarnya ingin menolak
Menerima komitmen di luar kemampuan karena rasa sungkan atau kewajiban dapat menambah beban mental yang tidak terlihat. Komitmen berlebihan membuat seseorang terus merasa telah melampaui kapasitas diri. - Menatap layar hingga tertidur
Tubuh membutuhkan masa transisi antara aktivitas dan waktu tidur. Tanpa jeda tersebut, sistem saraf tetap aktif sehingga kualitas tidur menurun dan stres terbawa ke hari berikutnya. - Menganggap istirahat sebagai hadiah, bukan kebutuhan
Istirahat bukan sesuatu yang harus “diperoleh” setelah bekerja keras, melainkan kebutuhan dasar agar tubuh dan pikiran tetap mampu berfungsi optimal. Menunda istirahat justru memperbesar akumulasi stres. - Terus membicarakan masalah tanpa solusi
Meluapkan emosi memang bisa membantu, tetapi terus-menerus membahas masalah tanpa tindakan nyata membuat pikiran terjebak dalam lingkaran stres yang sama dan memperkuat rasa tidak berdaya. - Melewatkan makan atau makan terburu-buru di meja kerja
Pola makan tidak teratur dapat menyebabkan gula darah tidak stabil, yang berkontribusi pada munculnya kecemasan, mudah marah, dan menurunnya kemampuan tubuh menghadapi tekanan.
Sanjay menegaskan bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut tampak sederhana dan sering dianggap sepele. Namun karena dilakukan berulang setiap hari, dampak kumulatifnya terhadap tingkat stres dapat jauh lebih besar daripada yang disadari banyak orang.
DMS/AC











