Jakarta (DMS) – Ed Sheeran menyampaikan tanggapan setelah rapper Macklemore dikeluarkan dari rangkaian tur konser Loop Tour karena menyampaikan dukungan kepada Palestina dalam penampilannya di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada 4 dan 5 September 2026.
Ed Sheeran mengatakan keputusan mengeluarkan Macklemore dari tur bukan berasal darinya, melainkan keputusan promotor setelah sejumlah pengelola venue menyatakan tidak akan mengizinkan konser berlangsung jika Macklemore tetap masuk dalam daftar penampil.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui Instagram pada 15 September 2026, Sheeran mengatakan dirinya telah berusaha mencari solusi bersama pihak venue, promotor, serta sejumlah pihak yang terlibat.
Ed Sheeran Jelaskan Keputusan Promotor
Sebelumnya, Macklemore menyampaikan melalui Instagram bahwa dirinya dikeluarkan dari daftar penampil pendukung Loop Tour. Ia menyebut pengelola venue yang akan menjadi lokasi konser Ed Sheeran tidak mengizinkannya tampil.
Macklemore diketahui telah lama menyampaikan dukungan terhadap Palestina. Dalam penampilannya di New Jersey, ia kembali menyuarakan dukungan tersebut.
Promotor tur Ed Sheeran di Amerika Serikat, Messina Touring Group, mengatakan kepada Rolling Stone bahwa pihaknya mendapat pemberitahuan dari sejumlah pengelola venue bahwa konser tidak akan diizinkan berlangsung jika Macklemore masih berada dalam daftar penampil.
Situasi tersebut kemudian menyebabkan sejumlah penampil pendukung lain menyatakan tidak akan ikut dalam rangkaian konser mendatang.
Macklemore Dikeluarkan dari Tur
Setelah Macklemore dikeluarkan dari daftar penampil, sejumlah artis pendukung Ed Sheeran juga memutuskan mundur dari tur sebagai bentuk solidaritas.
Finneas, Aaron Rowe, Beoga, dan Lukas Graham termasuk artis yang mengumumkan pengunduran diri dari rangkaian tur. Mereka menyampaikan dukungan terhadap Macklemore dan kebebasan menyampaikan pandangan mengenai Palestina.
Perkembangan tersebut membuat rangkaian Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Utara dan Selatan menghadapi perubahan susunan penampil.
Ed Sheeran Bicara soal Konflik Israel-Palestina
Dalam pernyataannya, Ed Sheeran membuka pembahasan dengan menyampaikan keprihatinannya terhadap konflik antara Israel dan Palestina.
Ia menyebut penderitaan dan rasa sakit yang dialami kedua pihak sebagai sebuah tragedi kemanusiaan.
Sheeran kemudian menjelaskan bahwa Macklemore sebelumnya meminta bergabung dalam turnya dan ia menyetujuinya. Menurut Sheeran, seperti halnya penampil pendukung lainnya, Macklemore diberi kebebasan untuk membawakan daftar lagu pilihannya sendiri.
Namun, setelah penampilan Macklemore di New Jersey, Sheeran mengatakan sejumlah pengelola venue dalam jadwal tur berikutnya menyatakan akan membatalkan pertunjukan jika rapper tersebut tetap menjadi penampil pendukung.
Sheeran Sebut Keputusan Bukan Darinya
Sheeran mengatakan dirinya telah berdiskusi dengan pengelola venue, termasuk Robert Kraft, serta promotor dan pihak lain untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.
Namun, menurut Sheeran, keputusan pengelola venue dan promotor akhirnya sudah bulat.
Ia mengatakan tidak ingin mengecewakan penggemar yang telah membuat rencana untuk menghadiri konser. Sheeran juga mempertimbangkan kru tur, musisi, serta penampil pendukung lain yang bergantung pada pekerjaan tersebut.
“Macklemore coming off tour was the promoter’s decision, it was not mine,” tulis Sheeran dalam pernyataannya. Ia juga menjelaskan bahwa kontrak tur Macklemore berada dengan promotor, bukan dirinya.
Ed Sheeran Pilih Tak Gunakan Panggung untuk Politik
Sheeran juga menjelaskan alasannya memilih tidak menggunakan platform profesionalnya untuk menyampaikan pandangan politik.
“Penonton saya meliputi kaum muda, seringkali anak-anak, dari berbagai latar belakang. Mereka yang datang ke pertunjukan saya tidak mengharapkan forum politik,” tulisnya.
Musisi peraih Grammy itu mengatakan dirinya menghormati pilihan Macklemore untuk menyuarakan keyakinannya.
Namun, Sheeran memilih menggunakan ketenaran dan platformnya sebagai ruang yang aman dan melindungi penonton, sekaligus menjaga diplomasi dan memastikan saluran komunikasi tetap terbuka.
“Saya punya pandangan pribadi tentang konflik yang menghancurkan ini. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak memilikinya, dan bukan berarti saya tidak peduli. Bukan juga berarti saya tidak mendukung tujuan-tujuan dengan cara saya sendiri, secara pribadi,” demikian Ed Sheeran.
Sementara itu, pernyataan Robert Kraft yang diberitakan Rolling Stone menyebut keputusan melarang Macklemore tampil di Gillette Stadium didasarkan pada pernyataan terbarunya serta apa yang disebut Kraft sebagai riwayat pernyataan dan citra yang dianggap menyinggung komunitas Yahudi. Pernyataan tersebut merupakan posisi Kraft dalam kontroversi yang sedang berlangsung.
DMS/AC











